Home / Berita / Pengajian, Seminar, Talkshow, Hingga Demo Memasak di Acara Pembinaan Keputrian LDII

Pengajian, Seminar, Talkshow, Hingga Demo Memasak di Acara Pembinaan Keputrian LDII

Lines Kulonprogo – Minggu, 28 April 2019, Dewan Pimpinan Daerah Lembaga Dakwah Islam Indonesia (DPD LDII) Kulonprogo melalui Bidang Pemberdayaan Wanita dan Kesejahteraan Keluarga menggelar acara menarik khusus untuk pemudi-pemudi dari semua Pimpinan Cabang (PC) LDII di Kulon Progo. Acara seminar dan talkshow ini berjudul “Mempersiapkan Diri Menjadi Istri Sholihah & Ibu yang Baik”. Peserta yang diundang adalah para remaja perempuan yang sudah berusia 17 tahun ke atas. Mengapa? Karena acara ini bertujuan untuk membekali mereka sebagai persiapan kehidupan pernikahan.

Baca juga : Sambut Hari Kartini, LDII Kulonprogo Adakan Acara Pembinaan Remaja Putri

Antusiasme peserta terlihat mulai dari kehadiran mereka di Masjid Al Haq sebelum pukul 08.00 WIB. Lebih dari 100 pemudi yang hadir, semuanya menunjukkan kesemangatan mereka dalam mengikuti jalannya acara. Acara resmi dimulai pukul 08.15 WIB dengan pembukaan dari pembawa acara, Ibu Ponijem dan sambutan dari Ibu Waryanti.

Acara ini digelar sebagai bentuk pembinaan agar para peserta siap menempuh dunia pernikahan, baik secara psikis maupun secara fisik. Oleh karena itu, susunan acaranya pun dibuat semenarik mungkin dengan beberapa sesi. Sesi pertama dimulai dengan materi dalil hadis Rasulullah SAW mengenai sunnah-sunnah menikah yang disampaikan oleh Ibu Imroati Sholihah, S.Pd dari pukul 08.30-09.15 WIB. Hal ini penting sebagai bekal fondasi agama bagi mereka.

Peserta tekun mengkaji materi dalil tentang sunnah menikah
Peserta tekun mengkaji materi dalil tentang sunnah menikah

Acara kedua adalah demo memasak makanan ringan Risoles Mayones dan Es Timun Selasih oleh Sdri. Nurul dan Sdri. Khusnul. Demo memasak ini bertujuan untuk membekali keterampilan para peserta agar mampu melayani keluarga dengan menu masakan yang bervariasi.

Demo membuat es timun selasih bersama Nurul dan Khusnul
Demo membuat es timun selasih bersama Nurul dan Khusnul

Acara selanjutnya dirangkai dengan materi seminar oleh Ibu Suwarti, S.Pd., seorang guru sekaligus ibu dengan 6 orang anak yang sudah menempuh 32 tahun kehidupan berumah tangga. Materi berisi mengenai apa saja yang harus dipersiapkan calon istri sebelum menikah dan masalah apa saja yang bisa muncul dalam kehidupan berumah tangga.

Adapun Talkshow kali ini mengundang 3 narasumber, yaitu Ibu Hj. Sri Artati yang sudah memasuki usia pernikahan 46 tahun, Ibu Febrida Anindya Jati, A.MD yang menempuh 9 tahun pernikahan, dan Ibu Suwarti sendiri. Dari talkshow tersebut, terlihat antusias peserta dalam mengikuti acara yang ada. Terdapat 5 penanya yang pertanyaannya sangat mendalam. Salah satunya terkait dengan cara mengatur keuangan dalam keluarga jika suami dan istri memiliki penghasilan masing-masing atau sama-sama bekerja. Ketiga narasumber sepakat menjawab bahwa gaji istri digunakan untuk keperluan rumah tangga sedangkan gaji suami untuk keperluan pendidikan anak-anak serta keperluan mendesak lainnya, misal renovasi rumah.

Antusiasme peserta yang bertanya
Antusiasme peserta yang bertanya

Acara diakhiri dengan doa bersama dan berfoto di halaman masjid. “Pernikahan adalah awal kehidupan baru dan sudah semestinya kita sebagai perempuan mempersiapkannya dengan baik agar tercipta surga di rumah kita masing-masing.”, simpul moderator ketika menutup acara pada pukul 11.00 WIB.

Check Also

Mengaji Itu wajib

Pengelolaan Waktu, Agar Tetap Bisa Mengaji di Tengah Kesibukan Milenial

Lines Kulonprogo – Pada talkshow dengan tema “Mengaji Itu Wajib” yang dihelat oleh Dewan Pimpinan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *