Home / Berita / Pengelolaan Waktu, Agar Tetap Bisa Mengaji di Tengah Kesibukan Milenial

Pengelolaan Waktu, Agar Tetap Bisa Mengaji di Tengah Kesibukan Milenial

Lines Kulonprogo – Pada talkshow dengan tema “Mengaji Itu Wajib” yang dihelat oleh Dewan Pimpinan Daerah Lembaga Dakwah Islam Indonesia (DPD LDII) Kulonprogo, terungkap bahwa pandai mengelola waktu merupakan salah satu cara yang perlu dilakukan oleh para milenial agar tetap bisa mengaji, mencari ilmu agama.

Setelah sesi pertama yaitu pengajian dengan materi dari Al Quran dan Al Hadis, sesi kedua pada acara yang dilaksanakan pada hari Minggu 31 Maret 2019 tersebut diisi dengan talkshow yang menghadirkan empat orang narasumber, yaitu Andhika Widiasto, Dimas Ilham Nur Wicaksana, Mushodiqon, dan Imro’ati Sholikah. Dari narasumber tersebut, ada yang menjadi pegawai negeri, ada yang merupakan pengusaha bengkel, dan yang lain adalah owner toko online. “Kami menghadirkan narasumber yang masih relatif muda, tekun menuntut ilmu, dan dipandang sukses menggapai cita-citanya. Semoga mampu memberi inspirasi bagi peserta yang hadir,” kata salah satu panitia, Teguh Fidinillah.

Talkshow “Mengaji Itu Wajib”, dari kiri ke kanan : M. Yulianto Wibowo, Mushodiqon,
Dimas Ilham Nur Wicaksana, dan Andhika Widiasto

Cita-cita tertinggi bagi setiap umat islam, tentu saja adalah surga firdaus. Sebagai generasi muda, tentu tidak boleh terlena dengan semua fasilitas yang ada sekarang dalam rangka menggapai cita-cita tersebut. “Mengaji itu wajib. Ayo generus, janganlah terjerumus perkembangan arus. Jadikan jalan yang mulus, untuk menuju surga firdaus..”, kata Muhammad Yulianto Wibowo, salah satu pemuda LDII yang didapuk memandu talkshow, ketika mengawali acara tersebut.

Narasumber pertama yang dihadirkan adalah Dimas Ilham Nur Wicaksana yang masih berusia 21 tahun. Di usia yang masih muda belia tersebut, sudah berhasil menjadi PNS dan saat ini melanjutkan pendidikan di salah satu universitas di Yogyakarta. “Mengaji menjadi prioritas utama diantara kesibukan yang lainnya. Belajar bisa dilakukan setelah mengaji. Bermain pun bisa dilaksanakan di waktu selain yang ditentukan untuk mengaji,” papar Dimas.

Narasumber kedua, Andhika Widiasto juga memaparkan pengalamannya. Bahwa dengan mengaji, tidak mengganggu sekolahnya sama sekali.”Bahkan dengan mengaji berarti kita dekat dengan Allah. Berarti kita menolong agama-Nya. Maka Allah pasti akan menolong kita,” tegasnya.

Ibu Imroati dan Bp Mushodiqon juga menegaskan hal yang sama, sesuai pengalaman masing-masing, juga tentang pengalamannya menyampaikan ilmu agama di daerah yang sangat terpencil. “Barangsiapa mengharapkan (sukses) dunia, maka harus berilmu. Barangsiapa ingin (sukses) akherat, maka harus berilmu. Dan barangsiapa yang ingin (sukses) dunia dan akherat, juga harus berilmu”, tegas Mushodiqon, mengutip ucapan dari Sahabat Ali r.a

Salah satu peserta yang bertanya,  Sdr. Ilham Wahyu Tri Sejati dari PC Lendah
Salah satu peserta yang bertanya, Sdr. Ilham Wahyu Tri Sejati dari PC Lendah

Pada sesi tanya jawab, beberapa pemuda pemudi mengacungkan tangan dan bertanya. Salah satunya adalah Ilham Wahyu Tri Sejati dari PC Lendah yang menanyakan tentang kesibukan Dimas yang menunjang kemandiriannya. Dimas lalu memaparkan kemandirian pemuda berwirausaha berjualan es cokelat di waktu luang dengan dilengkapi video dokumentasi. Dari talkshow, dapat disimpulkan bahwa apapun peran yang dijalani, seberapapun sibuknya, tetap luangkan waktu untuk mengaji.Acara ditutup dengan doa oleh Wanhatda DPD LDII Kulonprogo pada pukul 11.00 WIB.

Check Also

Pengajian dan Talkshow membekali pemudi sebelum menikah

Sambut Hari Kartini, LDII Kulonprogo Adakan Acara Pembinaan Remaja Putri

Lines Kulonprogo – Menyambut Hari Kartini, Dewan Pimpinan Daerah Lembaga Dakwah Islam Indonesia (DPD LDII) …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *