Teguh Fidinillah saat Rukyat Hilal di Parangtritis
Teguh Fidinillah saat Rukyat Hilal di Parangtritis

LDII Kulon Progo Ikuti Rukyat Hilal di Tengah Mendung Tebal di Parangtritis

Kulon Progo (30/3) – Daerah Istimewa Yogyakarta kembali menjadi salah satu lokasi rukyat hilal dalam rangka penentuan 1 Syawal 1446 H. Salah satu titik utama pengamatan adalah Pos Observasi Bulan (POB) Syekh Bela Belu, Parangtritis, Bantul, yang dilaksanakan pada Sabtu (29/3/2025). Tiga orang perwakilan dari DPD LDII Kulon Progo, yakni Teguh Fidinillah, Abdurrahman Shaleh, dan Triyantoko, turut berpartisipasi dalam pemantauan ini.

Dalam pengamatan yang berlangsung pada Sabtu petang, Teguh menyampaikan bahwa cuaca mendung cukup tebal, sehingga menyulitkan proses rukyat hilal. Meskipun demikian, pengurus Bagian Pembinaan Keagamaan dan Dakwah DPD LDII Kulon Progo ini menambahkan, kehadiran berbagai ormas Islam dan instansi terkait tetap menjadikan kegiatan ini sebagai ajang diskusi ilmiah dan penguatan ukhuwah Islamiyah, sekaligus mengonfirmasi perhitungan hisab yang telah dilakukan sebelumnya.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama DIY, Dr. H. Ahmad Bahiej, S.H., M.Hum., menegaskan bahwa rukyat hilal adalah bukti nyata dedikasi terhadap ilmu falak dan implementasi dari hisab. “Rukyat ini bukan sekadar tradisi, tetapi dedikasi kita pada ilmu falak. Ini adalah implementasi hisab yang mengajarkan kita bahwa ilmu pengetahuan dan iman berjalan beriringan,” katanya.

Berdasarkan data yang dikumpulkan, posisi hilal saat matahari terbenam berada di ketinggian negatif 2 derajat 41 menit 42 detik dengan elongasi 6 derajat 31 menit. Dengan posisi ini, hilal dinyatakan mustahil terlihat, sehingga Ramadan digenapkan menjadi 30 hari dan 1 Syawal 1446 H jatuh pada Senin, 31 Maret 2025.

Ketua Badan Hisab Rukyat (BHR) DIY, Mutoha Arkanuddin, menambahkan bahwa hasil rukyat kali ini selaras dengan perhitungan hisab yang telah dilakukan sebelumnya. “Dengan elongasi yang sangat kecil dan posisi hilal di bawah ufuk, mustahil ada kemungkinan hilal terlihat. Ini menunjukkan akurasi perhitungan hisab yang terus dikonfirmasi melalui rukyat,” jelasnya.

Kegiatan rukyat hilal ini juga dihadiri oleh berbagai elemen masyarakat dan akademisi dari Universitas Ahmad Dahlan, UIN Sunan Kalijaga, Pondok Pesantren Al Munawwir, serta perwakilan ormas Islam. Kehadiran mereka mencerminkan semangat kebersamaan dalam merajut ukhuwah Islamiyah dan memperkuat keilmuan dalam bidang falak.

Check Also

Pengajian Ulama dan Umaro perdana di rumah dinas bupati Kulon Progo

LDII Kulon Progo Dukung Pengajian Ulama–Umara, Pandaya: Kami Siap Jadi Tuan Rumah Berikutnya

Kulon Progo (13/3) – Pemerintah Kabupaten Kulon Progo menginisiasi kegiatan Pengajian Rutin Ulama dan Umara, …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *