Webinar Cegah Stunting DPP LDII: Kulon Progo Ikuti Secara Luring

Lines Kulon Progo. Menghadirkan pemateri yang luar biasa, Dewan Pimpinan Pusat (DPP) LDII menggelar webinar dengan konsep hybrid pada Sabtu (26/11) kemarin. Dengan tema utama Aksi Bersama Cegah Stunting Generasi Penerus Sehat Indonesia Emas 2045, penyelenggara mengundang beberapa narasumber. Diantaranya adalah Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Kementerian Kesehatan (Kemenkes), dan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). DPD LDII Kulon Progo turut antusias mengikuti acara secara luring di lantai 2, Gedung DPD LDII Kulon Progo, Giripeni, Wates. Selain Ketua DPD LDII, H. Pandaya, S. Pd, M. Pd., acara juga diikuti oleh Suwarti, S. Pd., Bagian Pemberdayaan Wanita dan Kesejahteraan Keluarga, serta perwakilan ibu-ibu dari PC/PAC setempat.

cegah stunting
Peserta Webinar secara daring, DPD LDII Kulon Progo

Sebagai pemateri pertama, Nopian Andusti, SE., MT., Deputi Bidang Keluarga Sejahtera dan Pemberdayaan Keluarga (KSPK) BKKBN menyampaikan pentingnya pencegahan stunting sejak dini. Salah satunya adalah melalui pencegahan terjadinya pernikahan dini atau pernikahan anak. Usia yang belum matang, baik secara fisik maupun psikologis, bisa meningkatkan risiko anak yang dilahirkan mengalami stunting. Hal ini karena kurangnya persiapan kedua pengantin terutama dalam merencanakan kehamilan.

Persiapan pernikahan dan kehamilan meliputi banyak hal, seperti pengecekan kesehatan calon suami dan calon istri untuk mengetahui risiko stunting. Nopian juga mengenalkan Elsimil, yaitu aplikasi skrinning kesiapan menikah dan hamil yang dapat diakses melalui Google Play. Melalui aplikasi ini, calon pengantin dan calon ayah ibu dapat melakukan pengecekan melalui kuesioner yang dapat diakses kapanpun dan dimanapun. Bahkan pengguna juga dapat melakukan konsultasi dengan petugas.

cegah stunting
Aplikasi Elsimil, BKKBN

Kemudian materi dilanjutkan oleh dr. Inti Mujiati, MKM, Direktorat Gizi Kesehatan Ibu dan Anak Kemenkes. Inti menyampaikan dua hal utama penyebab stunting, yaitu kurangnya asupan makan dan adanya infeksi yang memengaruhi status gizi. Asupan makan tidak hanya dinilai dari kuantitasnya, namun juga kualitas dari makanan sehari-hari. Selain pemilihan makanan, pola asuh, sanitasi, dan akses pelayanan kesehatan juga memengaruhi secara tidak langsung. Dalam akhir materi, Inti memberikan pesan kepada keluarga LDII untuk terlibat aktif dalam upaya pencegahan stunting, terutama pada masa periode emas.

Dengan materi berkesinambungan, Ir. Ishartini sebagai Plt. Dirjen Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan memberikan penguatan dalam hal pemilihan makanan untuk menangani masalah gizi buruk, termasuk cegah stunting. Dengan meningkatkan konsumsi ikan, masyakarat akan meningkatkan kesejahteraan nelayan di hulu dan industri pengolah ikan di hilir. Selain itu, gizi ikan yang tinggi juga dapat meningkatkan asupan protein tinggi pada anak-anak dan seluruh masyarakat pada umumnya.

Webinar diikuti peserta kurang lebih 500 titik Zoom dari seluruh wilayah di Indonesia. Mereka bersyukur mendapatkan tiga materi pencegahan stunting yang penuh manfaat. DPD LDII Kulon Progo sendiri memandang pentingnya pemeriksaan kesehatan bagi remaja putri dengan usia siap menikah berdasarkan aturan pemerintah. Hal ini terkait dengan deteksi dini kesehatan tubuh guna pencegahan stunting dari awal.

Ugut Kiswantarsa, salah satu peserta webinar dari DPD LDII Kulon Progo Bagian Litbang, IPTEK, Sumber Daya Alam, dan Lingkungan Hidup (Lisdal) menanggapi materi webinar ini dan menyampaikan antusiasnya untuk menerapkan upaya-upaya yang telah disampaikan.

“Dari acara ini, akan lebih berdampak ketika ada tindak lanjut segera. Perlu dilaksanakannya pengecekan kesehatan bagi remaja putri usia nikah, bisa bekerjasama dengan faskes atau dokter disekitar Wates. Kemudian dari segi pelatihan bisa bekerjasama dengan Dinas Perikanan & Kelautan Kabupaten Kulon Progo untuk pembuatan olahan dari ikan untuk mendukung Gemarikan.” ungkap Ugut.

Penyelenggaraan webinar ini juga diikuti oleh peserta secara umum melalui channel Youtube LDII TV sehingga masyarakat dari manapun dapat mengakses materi tersebut. Sri, salah satu peserta webinar dari PC Pengasih juga turut belajar banyak hal dari acara ini.

“(Remaja) yang mau nikah setuju sekali jika digerakkan untuk periksa kesehatan dulu. Apalagi materi tentang pola makan dan pola asuh, bagus sekali jika sosialisasinya lebih sering lagi.” kata Sri.

cegah stunting
Peserta Webinar melalui channel Youtube LDII TV

Selengkapnya:

Check Also

Pemakaman Kopda Anumerta Farizal Rhomadhon di Taman Makam Pahlawan (TMP) Giripeni, Kulon Progo, DIY. (Foto ANTARA)

LDII Giripeni Hadiri Pemakaman Kopda Anumerta Farizal di TMP Giripeni Kulon Progo

Kulon Progo (5/4) — Prosesi pemakaman militer prajurit TNI, Kopda Anm Farizal Rhomadhon, yang gugur …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *