[Kulonprogo-Lines] Dewan Pimpinan Daerah Lembaga Dakwah Islam Indonesia (DPD LDII) Kulon Progo menyelenggarakan acara Ngaji Akhir Tahun pada Sabtu (31/12/2022). Acara bertajuk Metamorfosis#2 ini bertujuan mewadahi generasi muda dalam menghadapi pergantian tahun dengan acara yang positif.
Setelah sukses menggelar Ngaji Akhir Tahun 2019, acara serupa pasca pandemi diadakan dengan tema Metamorfosis#2. Ketika sebagian saudara kita merayakan tahun baru bersama teman-teman dengan acara hura-hura, dan pada moment pergantian tahun ditandai dengan meniup terompet dan menyalakan kembang api. Sebuah ‘ritual’ akhir tahun yang lazim dilaksanakan. Ngaji Akhir Tahun 2022 merupakan sebuah acara yang dikemas sedemikian rupa untuk mewadahi seluruh generasi muda LDII, termasuk di Kulon Progo agar tidak terpengaruh dengan acara pergantian tahun yang cenderung negatif dan menjurus ke arah kemaksiatan.

Metamorfosis#2 dipusatkan di Kompleks DPD LDII Kulon Progo yang terletak di Gununggempal, Giripeni, Wates, Kulon Progo, DIY. Acara berdurasi cukup panjang, diawali pada Sabtu 31 Desember pukul 17.00 dengan makan bersama sampai dengan pukul 10.00 keesokan harinya. Peserta yang diundang adalah semua muda mudi generasi muda LDII Kulon Progo usia 15 tahun ke atas. Tanpa terkecuali, baik putra maupun putri diarahkan mengikuti acara. Dengan didampingi segenap pengurus dan Wanhat DPD LDII Kulon Progo, acara berjalan dengan tertib dan khidmat.
“Merangkai Taqwa, Meminimalisir Error, dan Fokus Berproses di Sisa Usia” – Metamorfosis
Metamorfosis pada dasarnya merupakan proses perkembangan berupa perubahan penampilan fisik dan/atau struktur. Contoh metamorfosis sempurna adalah kupu-kupu. “Dengan tema ini, kami ingin menyampaikan kepada generasi muda agar tidak lelah untuk selalu berkembang, berproses, berubah dari waktu ke waktu menjadi lebih baik dari sebelumnya. Kepompong berproses terus hingga menjadi kupu-kupu. Prosesnya memang panjang, tapi harus dilalui agar kelak bisa menjadi kupu-kupu yang cantik,” kata Syaifu Nurrohman, salah satu panitia Metamorfosis#2 mengawali acara.
Ketua panitia, Fajar Al Ubaidah, A. Md. menyampaikan bahwa merangkai taqwa diwujudkan diantaranya dengan materi Al Quran dan Hadis. Meminimalisir error diantaranya dengan mengkajikan materi kerusakan zaman akhir sehingga bisa menghindarinya. Adapun fokus berproses di sisa usia, yaitu dengan mengembangkan diri sekecil apapun perkembangan tersebut. Salah satunya melalui fun outbond untuk membina rukun kompak dan dilanjutkan dengan brainstorming. “Kami berharap, dengan acara ini semua semua generus mampu mencerna pesan yang kita sampaikan dan mengendap dalam sanubarinya. Akhirnya muncul motivasi yang kuat dari dalam diri untuk berproses menjadi pribadi yang lebih baik dari sebelumnya,” imbuh Fajar.
Hari semakin malam, namun tidak menyurutkan antusiasme peserta. Setelah nasehat dan penyampaian materi tentang Penjagaan dari Perbuatan Zina dan LGBT. Ketika para muballigh tampil untuk membawakan drama tentang liku-liku perjuangan menjadi seorang muballigh, hari sudah larut malam. Tetapi mata mereka masih tetap terjaga, memperhatikan adegan demi adegan untuk bisa menyarikan suri tauladan yang hendak disampaikan. “Wahai pemuda, kalian sekolahlah yang pintar, lantas gunakan kepintaran dan titelmu untuk meninggikan agama. Kalau tidak ada kesempatan sekolah, kerjalah yang semangat, jadilah agniya’. Gunakan kekayaaanmu untuk memperjuangkan agama Alloh. Intinya, manfaatkan semua potensi yang kamu miliki untuk memperjuangkan agama Alloh,” pesan Mas Hendra MT.

Hadir meninjau lokasi Bripka Agung Pambudi dan Aipda Agus Mulyono dari Polsek Wates. Hadir pula Lurah Giripeni Iswanto Adi Saputro, S.E beserta Babhinkantibmas Aipda Sularni dan Babhinsa Serma Sularno meninjau lokasi. Iswanto memberikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini. “Acara yang bagus. Dengan begini, semua terkontrol. Tidak ada yang konvoi, mayeng-mayeng (ke mana-mana tanpa tujuan yang jelas). Terima kasih dan sukses untuk acara ini.”, ungkap Iswanto.
Acara bakar bakso digelar untuk menambah suasana akrab. Peserta sejumlah 340 orang dibagi menjadi 30 kelompok berlomba menyajikan bakso bakar. Acara diakhiri agar bisa segera istirahat dan mempersiapkan diri untuk doa sepertiga malam. Acara pagi dirangkai dengan senam pagi, aksi pungut sampah, dan fun outbond.

Ketua DPD LDII Kulon Progo, H. Pandaya, S. Pd. M. Pd. mengungkapkan rasa syukurnya atas pelaksanaan kegiatan ini. “Alhamdulillah berjalan lancar. Terima kasih atas bantuan semua panitia, termasuk keamanan, dapur dan bagian yang lain. Semoga acara ini bermanfaat untuk pembinaan generus kita.”, kata Pandaya.
DPD LDII KULON PROGO Lembaga Dakwah Islam Indonesia