
Kulon Progo (27/5) – Pimpinan Cabang Lembaga Dakwah Islam Indonesia (PC LDII) Sentolo menghadiri kegiatan Pendidikan Politik bagi Tokoh Agama, yang diselenggarakan oleh Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Kulon Progo (Kesbangpol) di Balai Agung Kompleks Pemkab Kulon Progo, Selasa (27/5). Acara ini dihadiri oleh perwakilan tokoh agama dari kapanewon se-Kulon Progo, dengan jumlah peserta sekitar 40 orang.
Dalam sambutan pembuka, moderator Mudopati Purbohandowo, SSTP, selaku Kepala Bidang Politik Dalam Negeri dari Kesbangpol mengucapkan terima kasih atas kehadiran para tokoh agama pilihan yang dinilai memiliki peran strategis dalam menjaga kerukunan dan stabilitas sosial politik di daerah masing-masing.
Sambutan dilanjutkan oleh Ibu Aris Yulkhasanah dari KPU Kulon Progo, yang juga menjadi narasumber pertama. Ia menegaskan bahwa dalam berpolitik, tokoh agama harus bersikap netral, bebas, dan aktif. “Tempat ibadah bukan tempat kampanye. Tapi dalam khutbah Jumat, kita boleh menyampaikan nilai-nilai politik yang menyejukkan,” ujarnya.
Aris juga menyampaikan tugas-tugas KPU pasca pemilihan sebagai penyelenggara pemilu yaitu sosialisasi dan pendidikan pemilih serta pemutakhiran data pemilih berkelanjutan. Harapannya dengan dihadirkannya tokoh agama dalam acara ini dapat menyebarluaskan sosialisasi dan informasi terkait peran aktif masyarakat khususnya dalam penyadaran demokrasi, peningkatan partisipasi dan pemahaman tentang politik kepada majelis atau organisasi masyarakat keagamaan hingga paling bawah.
Narasumber kedua, Marwanto, S.Sos., M.Si. selaku Ketua Bawaslu Kulon Progo, menjelaskan dua tahapan penting dalam pemilu, yaitu perencanaan dan pelaksanaan. Ia menyampaikan bahwa sosialisasi kepada pemilih pemula terus dilakukan, termasuk di sekolah dan pondok pesantren. Ia juga memaparkan tujuh faktor yang memengaruhi stabilitas politik, seperti sirkulasi kepemimpinan, kepercayaan publik, pengelolaan keberagaman, hingga perlindungan HAM.
Dalam paparannya, H.M. Wahib Jamil, S.Ag., M.Pd. selaku narasumber terakhir, mengajak semua tokoh agama untuk tidak terjebak pada konflik masa lalu. “Identitas keagamaan jangan menjadi alasan perpecahan. Justru agama harus menjadi perekat kerukunan,” tuturnya. Kepala Kantor Kemenag Kulon Progo ini juga mendorong agar hubungan antara pemeluk agama dan pemerintah semakin harmonis, serta bersama-sama membangun Kulon Progo yang lebih baik.
H. Sudiyana selaku Ketua PC Sentolo menyatakan kesiapannya mengimplementasikan pesan dari pendidikan politik ini. “Kita memiliki cita-cita yang sama, semoga para tokoh agama dapat mengimplementasikan nilai-nilai politik yang damai dan konstruktif dalam kehidupan sehari-hari”, harap Sudiyana.
DPD LDII KULON PROGO Lembaga Dakwah Islam Indonesia