Gelar BESTIVAL 2025, Komitmen LDII Kulon Progo Membangun Generasi Berkarakter Luhur

Foto Bersama Forkompimda Kulon Progo Usai Pemukulan Gong Menandai Pembukaan Bestival 2025
Foto Bersama Forkompimda Kulon Progo Usai Pemukulan Gong Menandai Pembukaan Bestival 2025

Kulon Progo (20/7) – Dalam upaya membentuk generasi yang religius, kreatif, dan berkarakter luhur, Dewan Pimpinan Daerah Lembaga Dakwah Islam Indonesia (DPD LDII) Kulon Progo menyelenggarakan Festival Anak Sholeh bertajuk BESTIVAL 2025 pada Sabtu–Minggu (19–20 Juli 2025), bertempat di SMK Negeri 2 Pengasih, Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Hadir beberapa pejabat Forkompimda, Dandim 0731/Kulon Progo Letkol Infantri Dian Niti Sukma, S.IP., Ketua DPRD diwakili Hj. Aoka Rahmawati Darojah, Kapolres Kulon Progo yang diwakili AKP Toha, SH selaku Kapolsek Pengasih, Kesbangpol, Kepala Kantor Kemenag Kulon Progo diwakili Abdul Halim, S.Pdi, selaku Seksi Pais, Anggota DPRD Kabupaten Kulon Progo Drs. H Maryono, Ketua SENKOM Mitra Polri Kulon Progo, Ketua PERSINAS ASAD Kulon Progo, dan Kepala Sekolah SMKN 2 Pengasih Sumarno, S.Pd, M T.

Hadir pula Wanhat dan Pengurus Harian DPD LDII Kulon Progo, para dewan guru generus, serta ratusan peserta bestival dari berbagai jenjang usia, mulai dari usia cabe rawit, pra-remaja, hingga muda-mudi. Mereka berkompetisi dalam berbagai lomba yang memadukan nilai religius, kecerdasan, dan keterampilan hidup. Adapun rangkaian lomba diantaranya tilawah Alquran, azan, hafalan doa-doa harian, dai cilik, cerdas cermat, kreasi video karakter, dan inovasi pemanfaatan sampah.

Ketua DPD LDII Kulon Progo, H. Pandaya, S.Pd., M.Pd., dalam sambutannya menegaskan bahwa BESTIVAL bukan sekadar ajang kompetisi. “Kegiatan ini menjadi ajang pembinaan akhlak, adab, dan kreatifitas. Kami ingin generasi muda LDII tumbuh menjadi pribadi yang memiliki akhlakul karimah, alim-faqih, dan mandiri,” jelasnya.

Tak hanya aspek keagamaan, acara ini juga mendorong semangat kewirausahaan melalui stand UMKM yang menampilkan produk-produk buatan remaja, seperti batik ecoprint, olahan ecoenzim, makanan ringan, dan hasil daur ulang. “Kami juga mengenalkan prinsip reduce, reuse, recycle sebagai bentuk kesadaran lingkungan sejak dini,” tambah Pandaya.

Ketua Panitia, Ragil Auriyan, menyebutkan bahwa BESTIVAL juga menjadi media internalisasi nilai-nilai luhur LDII, salah satunya melalui poster edukatif dan pembiasaan adab selama kegiatan berlangsung. “Kami ingin membentuk anak-anak yang bukan hanya pintar, tapi juga memiliki 29 karakter luhur. Inilah makna dari tema kami tahun ini, Kulon Progo Berkarakter Luhur,” ujarnya.

Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kulon Progo, Drs. Jazil Ambar Was’an, yang hadir mewakili Bupati Kulon Progo. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi kepada LDII atas komitmennya dalam pendidikan karakter di luar sekolah. “BESTIVAL ini adalah bentuk nyata kontribusi LDII dalam membangun generasi masa depan bangsa. Kegiatan seperti ini sangat strategis, karena memadukan nilai agama dengan keterampilan hidup dan kreatifitas,” ujarnya.

Jazil juga menambahkan, kegiatan ini menunjukkan bahwa menjadi anak yang sholeh itu keren, dan bahwa pendidikan karakter seharusnya dimulai sejak dini. “Saya yakin anak-anak yang ikut di sini akan tumbuh menjadi generasi yang kuat prinsip, cerdas secara emosional dan spiritual, serta mampu menjawab tantangan zaman yang semakin kompleks,” tutupnya.

Check Also

Pemakaman Kopda Anumerta Farizal Rhomadhon di Taman Makam Pahlawan (TMP) Giripeni, Kulon Progo, DIY. (Foto ANTARA)

LDII Giripeni Hadiri Pemakaman Kopda Anumerta Farizal di TMP Giripeni Kulon Progo

Kulon Progo (5/4) — Prosesi pemakaman militer prajurit TNI, Kopda Anm Farizal Rhomadhon, yang gugur …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *