
Kulon Progo (13/3) – Pemerintah Kabupaten Kulon Progo menginisiasi kegiatan Pengajian Rutin Ulama dan Umara, dengan tempat bergantian antara Pemkab, Nahdlatul Ulama, Muhammadiyah, dan LDII. Hal tersebut disampaikan oleh Ketua DPD LDII Kulon Progo, Pandaya, pada Musyawarah Pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) LDII Kulon Progo, Jumat (13/3). Pengajian Rutin tersebut diharapkan menjadi forum silaturahmi antara pemerintah daerah dengan para tokoh organisasi keagamaan Islam di wilayah Kulon Progo.
Pengajian perdana sukses digelar perdana pada Selasa (3/2/2026) di Rumah Dinas Bupati Kulon Progo. Hadir Bupati dan Wakil Bupati, Asek Jazil Ambar Was’an, Kepala Kesbangpol, Wakil Ketua DPRD, Wakil Kapolres, Wakil Dandim 073 KP, dan jajaran kepala SKPD terkait.
Pengajian tersebut juga dihadiri sejumlah tokoh dari organisasi keagamaan, di antaranya Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM), Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU), serta DPD LDII Kulon Progo. Dari LDII, hadir Ketua DPD LDII Kulon Progo, H. Pandaya bersama Wakil Ketua H. Mujimin.
Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Kulon Progo, KH Jumarin, menyampaikan bahwa pengajian ini menjadi momentum penting untuk mempertemukan unsur ulama dan umara dalam satu forum kebersamaan. “Pengajian ini adalah tempat menyatunya ulama dan umara di Kulon Progo secara perdana,” ujarnya.
Menurut Jumarin, pertemuan tersebut menjadi simbol sinergi dua pilar penting dalam kehidupan masyarakat, yaitu tokoh agama dan pemerintah. Ia menilai kebersamaan berbagai organisasi keagamaan yang hadir menunjukkan harmoni serta kerukunan umat Islam di Kulon Progo.
“Kami turut menyerukan agar seluruh elemen masyarakat menciptakan suasana damai dan rukun menjelang Ramadan tahun ini,” tambahnya.
Sementara itu, Bupati Kulon Progo Agung Setyawan menegaskan bahwa organisasi keagamaan memiliki peran strategis dalam pembangunan daerah, khususnya dalam memperkuat aspek spiritual masyarakat.
Ia menjelaskan bahwa pembangunan tidak hanya berfokus pada infrastruktur fisik, tetapi juga harus diimbangi dengan penguatan nilai-nilai spiritual dan moral. “Pembangunan infrastruktur fisik saja tidak cukup. Kulon Progo juga membutuhkan penguatan fondasi spiritual, terutama bagi generasi muda,” jelasnya.
Agung mengungkapkan kekhawatirannya terhadap berbagai persoalan sosial seperti degradasi moral, kenakalan remaja, hingga meningkatnya kasus bunuh diri. Menurutnya, fenomena tersebut perlu diatasi dengan memperkuat pendidikan spiritual dan pembinaan akhlak di tengah masyarakat.
Ia berharap para ulama dan organisasi keagamaan dapat berperan aktif dalam memberikan pembinaan kepada generasi muda agar memiliki karakter yang kuat serta akhlakul karimah.
“Umara membutuhkan landasan nilai spiritual yang ditanamkan oleh ulama untuk menciptakan tata kehidupan masyarakat yang gemah ripah loh jinawi,” ungkapnya.
Selain itu, Bupati juga membuka ruang dialog kepada para tokoh agama untuk memberikan masukan, kritik, maupun saran bagi pemerintah daerah dalam menjalankan pembangunan yang lebih baik.
Ia juga berharap kegiatan pengajian ulama dan umara tersebut dapat dilaksanakan secara rutin dan bergilir di berbagai tempat, termasuk di organisasi keagamaan yang ada di Kulon Progo.
Menanggapi hal tersebut, Ketua DPD LDII Kulon Progo H. Pandaya menyampaikan apresiasi atas inisiatif Pemerintah Kabupaten Kulon Progo dalam mempertemukan ulama dan umara dalam satu forum silaturahmi dan pengajian bersama.
Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi langkah positif untuk memperkuat komunikasi dan sinergi antara pemerintah dengan organisasi keagamaan dalam membangun masyarakat yang religius dan harmonis.

“LDII menyambut baik kegiatan pengajian rutin ulama dan umara ini. Sinergi antara pemerintah dan tokoh agama sangat penting untuk memperkuat pembinaan moral serta menjaga kerukunan masyarakat,” ujar Pandaya.
Di hadapan para peserta musyawarah, Pandaya juga menyatakan kesiapan LDII untuk turut mendukung keberlanjutan kegiatan tersebut, termasuk apabila dipercaya menjadi tuan rumah pada pertemuan berikutnya.
“Kita siap apabila diberi kesempatan menjadi tuan rumah pengajian ulama dan umara selanjutnya. Semoga kegiatan ini terus berlanjut dan menjadi sarana mempererat kebersamaan dalam membangun Kulon Progo yang maju, religius, dan harmonis,” pungkasnya.
DPD LDII KULON PROGO Lembaga Dakwah Islam Indonesia