Lines Kulon Progo – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Kulon Progo menggelar konsolidasi dan sarasehan setelah kurang lebih 2 tahun berhenti akibat pandemi. Kali ini acara bertemakan tentang pentingnya pendidikan karakter bagi anak-anak dan pemuda. Dalam acara yang digelar pada Sabtu (8/10), Dewan Pimpinan Daerah (DPD) LDII Kulon Progo berkesempatan menghadiri undangan tersebut di Gedung Pertemuan Menoreh, Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kulon Progo.
Selain Ketua MUI Kulon Progo, hadir pula Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Kulon Progo, Heri Darmawan, A. P., MM, Pengasuh Ponpes Imam Syafi’i Pengasih, Dr. H. Tohari S.sy. S.Th.I. M.Si., serta Kepala Bagian Umum Kemenag Kulon Progo, H. Saeful Hadi, S Ag., M. Pdl. Hadir pula seluruh perwakilan MUI Kapanewon se-Kulon Progo.

Dalam pembukaannya, Heri mengingatkan kembali akan adanya Perbup nomor 52 tahun 2020 tentang Pendirian Rumah Ibadat dan Tempat Ibadat. Hal ini agar semua tempat ibadah memiliki kepastian hukum dan terhindar dari penolakan, dan sebagainya. Disinggung pula tentang perlunya menerapkan pendidikan karakter dalam satuan pendidikan sebagai bentuk menghadapi tantangan global.
Lalu Tohari menambah acara semakin “berdaging” dengan materinya tentang latar belakang pendidikan karakter yang sudah terwujud sejak dulu dalam Al Qur’an surat Lukman ayat 12-19. Salah satu nilai yang terkandung didalamnya adalah tujuan dari pendidikan, yaitu mewujudkan manusia insan kamil yang kaya dengan nilai-nilai karakter berdasarkan yang bersumber dari Alqur’an dan Hadist.
“Untuk mewujudkan hal itu, praktiknya dengan beberapa metode. Diantaranya adalah teladan, anjuran, nasehat, hingga ancaman dan larangan.” tambah Tohari.
Sedangkan untuk bagian konsolidasi, Saeful memberikan semangat kepada semua MUI Kapanewon di Kulon Progo untuk terus membimbing umat islam. “Jika para ulama adalah pewarisnya Nabi Muhammad SAW, maka MUI sebagai pemberi fatwa umat islam.” tutur Saeful.
Mendukung pesan dan semangat tersebut, LDII terus mengembangkan berbagai model pembelajaran bagi anak-anak dan pemuda LDII untuk mewujudkan pemuda berkarakter luhur. Mulai dari usia caberawit (PAUD-SD), pelajar tingkat SD sampai mahasiswa. Ini semua merupakan proses yang tidak akan terputus dalam masyarakat, begitu juga dalam LDII dengan memperkenalkan 6 karakter luhur.
DPD LDII KULON PROGO Lembaga Dakwah Islam Indonesia