LDII: Bukti Semangat Gotong Royong yang Tak Pernah Pudar

Tidak bisa dipungkiri bahwa Indonesia memiliki beragam organisasi islam yang telah tumbuh dan berkembang bersama selama puluhan tahun. Dinamika hubungan antar organisasi islam ini termasuk dalam salah satu hal yang kerap disoroti. Di tengah ancaman pengaruh paham ideologi ekstrem, Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) menunjukkan komitmennya dalam menanamkan nilai patriotisme kepada para generasi muda. Salah satunya adalah menerapkan nilai gotong royong dengan nilai toleransi yang tinggi.

Nilai gotong royong diterapkan dalam banyak kegiatan dengan skala yang beragam pula. Kali ini pada skala Pimpinan Anak Cabang (PAC), LDII Kulon Progo kembali menguatkan semangat gotong royong. Belum lama ini, PAC Giripeni dan PAC Margosari memberikan dua kabar hangat soal gotong royong.

PAC Margosari

gotong royong

Berlokasi di Margosari, Pengasih, Kulon Progo, pengurus PAC Margosari menyerahkan bantuan pemugaran Masjid Khoirul Huda, Kembang, Margosari pada Kamis, 9 Februari 2023. Masjid Khoirul Huda sendiri merupakan salah satu masjid yang lokasinya dekat dengan Masjid Al Haq yang berada di bawah naungan LDII Kulon Progo. Pengurus setempat menyatakan bahwa bantuan tersebut sebagai wujud kerja sama antar-organisasi. Penyerahan tersebut diwakili oleh salah satu pengurus harian DPD (Dewan Pimpinan Daerah) LDII, Mujimin, dan diterima langsung oleh salah satu pengurus Masjid Khoirul Huda, Wakidi, di depan lokasi pemugaran.

PAC Giripeni

gotong royong

Kabar hangat lain juga datang dari PAC Giripeni, tepatnya di lokasi yang akan menjadi berdirinya Masjid Baitul Karim. Warga LDII di PAC Giripeni mendapat bantuan personil dari warga Jurangjero, RT 30/RW 13 dalam kegiatan pengecoran sloof masjid. Dengan total 36 orang dari warga LDII dan warga sekitar, kegiatan ini berlangsung pada Minggu, 19 Februari 2023 pagi.

Tidak hanya memberikan izin pembangunan masjid, ketua RT dan RW juga mendukung penuh pembangunan. Ketua RT 30, Hirman, menyatakan bahwa keberadaan masjid ini akan menambah keberkahan dan kemakmuran warga Jurangjero. Hirman juga menambahkan harapannya agar pembangunan masjid ini bisa menambah kesemangatan beribadah bagi warga sekitar.

Uniknya, terdapat dua pembangunan masjid dalam satu wilayah RT 30. Keduanya saling membantu dan menyuarakan nilai gotong royong dalam bentuk yang berbeda. Jika Masjid Baitul Karim mendapat bantuan berupa kehadiran tenaga, warga LDII menerapkan semangat gotong royong berupa bantuan 30 sak semen.

Interaksi antar organisasi beragama seperti ini terus berkembang dan bahkan tidak lagi melihat organisasi sebagai alasan untuk mengotak-ngotakkan kegiatan. Tentu saja semangat ini akan terus tumbuh dan berkembang sekaligus memberikan pengaruh baik bagi umat beragama pada umumnya.

Check Also

Momentum Idul Fitri, PAC LDII Kalurahan Pengasih Pererat Silaturahim dengan Tokoh Masyarakat

Pengasih, 23/3/26 — Dalam rangka memperingati momentum Idul Fitri, PAC LDII Kalurahan Pengasih menggelar kegiatan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *