Lines Kulon Progo. Siapa yang tidak kenal dengan nastar? Salah satu jenis kue kering paling populer di Indonesia ini menjadi camilan yang banyak dicari terutama saat perayaan besar seperti Hari Raya Idul Fitri. Sayangnya dengan potensi yang besar sebagai ide usaha, membuat nastar ternyata susah susah gampang. Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Kesejahteraan Keluarga (PPKK) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) mengajak pemudi untuk belajar bersama membuat nastar. Melalui acara “Cooking Class Nastar”, acara digelar pada Minggu (10/11) pagi di teras Masjid Al Barokah, Nanggulan. Dipandu oleh Luluk Isnaini pemilik usaha kue kering “Mecca Bread & Cookies”, peserta datang dari berbagai daerah di Kulon Progo.
Acara dibuka oleh Endang selaku Pengurus Bidang PPKK LDII Kulon Progo. Dalam sambutannya, ia memberikan semangat kepada seluruh peserta. “Tidak ada kata terlambat untuk belajar baking. Mungkin tidak semua peserta di sini berakhir sebagai penjual kue kering, tapi keterampilan ini akan sangat berguna saat sudah memiliki keluarga sendiri nanti. Bukankah lebih membanggakan jika kalian menyajikan hasil dari tangan sendiri untuk keluarga?”
Diikuti oleh kurang lebih 50 pemudi dari berbagai Pimpinan Anak Cabang (PAC) LDII di Kulon Progo, penyelenggara memang mengundang peserta yang baru saja lulus sekolah/kuliah dan/atau belum bekerja. Hal ini dimaksudkan untuk memantik ketertarikan peserta terhadap baking atau membuat kue dan roti.

Termasuk dalam rangkaian acara, penyelenggara mengajak semua peserta untuk terjun langsung mencetak adonan nastar yang sudah disiapkan sebelumnya. Sembari menunggu nastar gelombang kedua matang, peserta juga diajak untuk menghias toples nastar yang siap dijual ke pasar dan hasilnya diperlombakan. Selain membuat kue nastar dengan cita rasa yang enak, peserta juga dirangsang untuk membuat kemasan yang menarik dan punya nilai jual yang tinggi.
Laila sebagai salah satu peserta menyebutkan bahwa akan lebih seru jika peserta juga diajak membuat adonan dari awal. “Karena mencetak nastar itu seru, kami jadi berharap diajak membuat adonannya benar-benar dari awal. Meskipun dapat resepnya, tapi akan menempel memorinya jika membuat langsung.” komentar Laila.
Panitia acara juga tidak memungkiri bahwa akan jauh lebih bermakna jika peserta diajak membuat nastar dari nol. Jadi masukan tersebut menjadi penyemangat bagi Bidang PPKK untuk membuat acara serupa yang lebih baik pada periode berikutnya.
DPD LDII KULON PROGO Lembaga Dakwah Islam Indonesia