Kulon Progo (26/2) – LDII Kulon Progo berperan aktif dalam upaya pelestarian lingkungan dengan menggagas Sosialisasi Kampung Proklim Kembang yang diselenggarakan di Kembang, Jatimulyo, Girimulyo, Kabupaten Kulon Progo, DIY pada Rabu (26/2). Kegiatan ini menghadirkan narasumber Ir. Atus Syahbudin, S.Hut., M.Agr., Ph.D., IPU., yang telah berpengalaman mendampingi Proklim Sangurejo hingga saat ini berproses menuju Proklim Lestari.

Dalam pembukaan, Kepala Dukuh Kembang Sarijo menyampaikan pentingnya kesadaran kolektif dalam menjaga lingkungan. Selanjutnya, Ir. Atus Syahbudin memaparkan konsep Kampung Proklim sebagai upaya adaptasi dan mitigasi perubahan iklim. Dosen Fakultas Kehutanan UGM ini menjelaskan bahwa Proklim bukan hanya sekadar program, tetapi juga bentuk komitmen bersama dalam menghadapi efek pemanasan global melalui berbagai tindakan nyata. “Melalui Proklim, kita berusaha menyesuaikan diri dengan kondisi lingkungan sekaligus melakukan mitigasi untuk mengurangi risiko bencana akibat perubahan iklim,” ujarnya.
Sosialisasi ini dihadiri sekitar 30 peserta yang berasal dari berbagai elemen masyarakat, termasuk BPKal, ketua kelompok tani, karang taruna, RT, RW, ketua Pokdarwis, KWT, tokoh masyarakat, Linmas, serta pengelola Obyek Wisata Kedung Pedut. Dari pengurus harian DPD LDII Kulon Progo, turut hadir Drs. H. Wasito, H. Pandaya, S.Pd., M. Pd., H. Sudiyana, Bapak H. Agus Imam S., dan H. Mujimin, yang memberikan dukungan terhadap inisiatif ini.
Potensi Dusun Kembang
Dalam paparannya, Ir. Atus Syahbudin menyoroti potensi wilayah Dusun Kembang yang kaya akan vegetasi tanaman dan keanekaragaman hayati, termasuk aneka ragam burung serta hasil perkebunan dan peternakan. Selain itu, ia menekankan pentingnya konservasi tanah dan air, optimalisasi pekarangan untuk menanam sayur-mayur serta tanaman herbal, dan pemanfaatan energi terbarukan seperti lampu tenaga surya. “Sumber daya yang kita miliki harus dikelola dengan bijak agar tetap berkelanjutan dan memberikan manfaat bagi masyarakat luas,” ungkap Ir. Atus Syahbudin yang juga menjabat Ketua DPW LDII DIY.
Upaya pengelolaan sampah juga menjadi perhatian dalam sosialisasi ini. Program seperti Jugangan ing Omah maupun Jugangan ing Masjid, diharapkan dapat mengurangi sampah plastik dan meminimalkan kebiasaan membakar sampah yang berdampak buruk bagi lingkungan. Selain itu, kesehatan masyarakat turut menjadi bagian dari updaya Kampung Proklim Kembang, dengan mendorong gaya hidup sehat melalui olahraga serta perhatian terhadap kesehatan ibu dan anak, termasuk upaya pencegahan stunting.

Dengan adanya sosialisasi ini, diharapkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga lingkungan semakin meningkat. Dukuh Sarijo, mengatakan sangat mendukung program dan bersama warga masyarakat siap mewujudkan kampung proklim dibawah binaan Ir. Atus dan berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup Kulon Progo.
DPD LDII KULON PROGO Lembaga Dakwah Islam Indonesia