
Kulon Progo – Padukuhan Kembang yang terletak di Kalurahan Jatimulyo, Kapanewon Girimulyo, Kabupaten Kulon Progo, tengah bersiap menjadi Kampung Proklim (Program Kampung Iklim) Utama. Persiapan ini ditandai dengan pelaksanaan Verifikasi Online Kampung Proklim Kembang 2025 dari Kementerian Lingkungan Hidup yang digelar pada Selasa (12/8) mulai pukul 08.00 hingga 12.00 WIB.
Kegiatan ini bertujuan mewujudkan masyarakat yang berdaya dan aktif dalam menghadapi perubahan iklim. Verifikasi dihadiri sejumlah pejabat penting, antara lain Kepala Bidang Tata Lingkungan Hidup Kulon Progo, Ketua DPD LDII Kulon Progo, Panewu Girimulyo, Lurah Jatimulyo yang diwakili oleh Ulu-ulu, serta tokoh masyarakat setempat seperti Dukuh Kembang, Ketua RT, Gapoktan, KWT, dan Karang Taruna. Hadir mendampingi Heni Rindayati, S.Pi, M.Si, Penyuluh Lingkungan Hidup Dinas Lingkungan Hidup Kulon Progo serta Agus Kurniawan dari BRIN yang memantau secara daring.
Proklim: Gerakan Nasional untuk Keterlibatan Masyarakat
Dalam sambutannya, Fita Maharani, S.H., M.Hum selaku Kepala Bidang Tata Lingkungan Hidup Kulon Progo menjelaskan bahwa Program Kampung Iklim adalah inisiatif nasional dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). “Tujuan utamanya adalah mengajak dan memberdayakan masyarakat agar bisa berperan aktif dalam mengatasi perubahan iklim,” ujarnya.
Senada, Panewu Girimulyo yang diwakili oleh Jawatan Kemakmuran Marga subekti, SIP, MM menambahkan bahwa Proklim berfokus pada dua hal utama yaitu Adaptasi Perubahan Iklim untuk menyesuaikan diri dengan dampak yang tak terhindarkan dan Mitigasi Perubahan Iklim untuk mengurangi emisi Gas Rumah Kaca (GRK) penyebab utama perubahan iklim.
Ketua DPD LDII Kulon Progo, H. Pandaya, S.Pd, M.Pd, yang juga mendampingi Kampung Proklim Pedukuhan Kembang, menyoroti manfaat utama program ini. “Proklim meningkatkan pemahaman masyarakat, mendorong inisiatif lokal seperti pengelolaan sampah dan efisiensi energi, serta membangun ketahanan desa terhadap dampak iklim,” jelasnya. Ia juga menekankan bahwa aksi mitigasi seperti pengolahan limbah organik menjadi kompos dapat berkontribusi langsung pada penurunan emisi GRK.
Peningkatan Kualitas Hidup dan Kontribusi Nasional
Menurut Ulu-ulu Kalurahan Jatimulyo Eddy Budiyanto Putro,ST., keberadaan Proklim di Pedukuhan Kembang membawa dampak positif signifikan. “Program ini meningkatkan kualitas hidup melalui perbaikan lingkungan, ketersediaan air bersih, dan ketahanan pangan. Selain itu, Proklim juga memperkuat kelembagaan lokal sehingga masyarakat lebih mandiri dan terorganisir,” ungkap Eddy. Secara lebih luas, partisipasi aktif masyarakat melalui Proklim menjadi bagian penting dari komitmen Indonesia untuk mencapai target penurunan emisi GRK secara nasional.
Dengan semangat kolaborasi, Proklim di Pedukuhan Kembang bukan sekadar proyek, melainkan sebuah gerakan kolektif yang memberdayakan masyarakat untuk menjadi agen perubahan dalam menjaga lingkungan dan menghadapi tantangan iklim di masa depan.
DPD LDII KULON PROGO Lembaga Dakwah Islam Indonesia