Lines Kulon Progo – Gotong royong sudah mengakar dalam kehidupan Bangsa Indonesia. Terlebih, hal ini merupakan perwujudan Pancasila, dasar negara kita. Sehingga tidak salah, jika dalam kehidupan bermasyarakat kita sering menemukan bermacam bentuk gotong royong. Termasuk di Bojong, salah satu desa yang terletak di Kapanewon Panjatan, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta. Di sana, gotong royong masih terpelihara dengan baik. Terbukti ketika dilaksanakan bakti sosial pengerasan jalan, semua warga masyarakat ikut bahu membahu dalam kegiatan tersebut tanpa memandang agama maupun strata sosial. NU, Muhammadiyah, LDII, maupun ormas lain semuanya ikut turut serta.

Jalan yang dikeraskan merupakan akses jalan menuju sawah setempat. Bagi warga, akses jalan ini sangat vital bagi penghidupan mereka. Peralatan yang digunakan semi modern. Untuk mencampur semen, digunakan molen mixer beton. Di bagian ini, tentu saja ada beberapa yang berperan diantaranya menyiapkan campuran material, sopir molen, dan bagian air. Material cor yang sudah siap, didistribusikan ke lokasi yang ditentukan dengan beberapa angkong. Di sana, sudah siap beberapa warga yang meratakannya dengan cangkul dan alat lainnya. Semua berperan, menjadikan pekerjaan yang berat menjadi terasa ringan. Apalagi dengan diselingi sekedar gurauan untuk memeriahkan suasana. Bakti sosial yang berlangsung mulai jam 8 pagi sampai 17 menjadi tidak terlalu terasa capeknya.
Gotong Royong dengan Menerapkan Prokes
Dilaporkan bahwa kegiatan ini telah dilaksanakan pada hari Minggu 21 Maret 2021 kemarin. Bertindak sebagai koordinator yaitu Suradi, Ketua RW 32 Bojong. Berhubung di masa pandemi, kegiatan ini menerapkan protokol kesehatan. Setiap warga yang ikut gotong royong dalam kerja bakti senantiasa mengenakan masker. Selain itu, jaraknya pun diatur. Di samping agar pekerjaan lebih efektif dan efisien, juga untuk menjaga jarak. Secara khusus Suradi mengapresiasi warga LDII yang ikut berpartisipasi. “Terima kasih masyarakat, ormas LDII yang hari ini hadir pada pengecoran jalan dan bersih-bersih lingkungan, tetap kita lakukan protokol kesehatan dengan memakai masker dan cuci tangan,” kata Suradi. Informasi dari sumber yang terpercaya, PAC LDII Bojong memberikan bantuan 15 sak semen.
Hingga sore hari jam 17, pengecoran dilaksanakan sesuai rencana yaitu sepanjang 100 meter. Tentunya, hal ini tidak lepas dari kerukunan dan kekompakan seluruh warga. “Hari ini kita membuktikan bahwa warga dusun dan warga LDII bersama-sama, saling bahu membahu pembangunan akses jalan desa. Kali ini, gotong royong kita dalam pengecoran jalan mewujudkan kerukunan kekompakan umat beragama dan masyarakat setempat.” kata Peltu (Purn.) Nur Yanto, PAC LDII Bojong.
DPD LDII KULON PROGO Lembaga Dakwah Islam Indonesia