Ketum MUI Kulon Progo : Jadikan Tausiyah Kebangsaan Sebagai Tonggak Baru

Lines Kulon Progo – Dewan Pimpinan Pusat Lembaga Dakwah Islam Indonesia (DPP LDII) menggelar Tausiyah Kebangsaan Dalam Rangka Pembekalan Pengurus Organisasi dan Pembinaan Kelembagaan LDII. Melalui media zoom meeting, acara sukses dilaksanakan hari ini Minggu, 13 Juni 2021. Tidak kurang dari 370 akun zoom hadir menyimak tausiyah dengan jumlah peserta lebih dari 5000 orang.

Di antara yang hadir dalam zoom merupakan studio mini Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) maupun Dewan Pimpinan Daerah (DPD) LDII yang tersebar di seluruh tanah air. Pesertanya adalah para ulama dan para pengurus LDII, serta perwakilan dari MUI di masing-masing tingkatan. DPD LDII Kulon Progo hadir melalui zoom meeting dari studio mini kompleks kantor DPD di Giripeni, Wates, Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta. Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kulon Progo Drs. HM. Wasiludin dan Sekretaris Umum MUI Drs. H. Abdurahman berkenan hadir.

Ketum dan Sekum MUI Kulon Progo hadiri tausiyah kebangsaan MUI bersama LDII Kulon Progo (foto : Lines Kulon Progo)
Ketum dan Sekum MUI Kulon Progo hadiri tausiyah kebangsaan MUI bersama LDII Kulon Progo (foto : Lines Kulon Progo)

Sementara di studio utama, KH Marsudi Syuhud hadir di Pondok Pesantren Wali Barokah (PPWB) Kediri didampingi Wakil Sekjen DP MUI Arif Fahrudin M.Ag, Ketua Komisi Pengkajian, Penelitian, dan Pengembangan DP MUI Prof. Dr H. Firdaus Syam, M.A, dan Sekretaris Dr Ali Abdillah. Saat memberikan sambutan, Pimpinan PPWB Drs KH Soenarto, M.Sc. menyampaikan “Tausiyah kebangsaan ini penting dalam kondisi keumatan yang menghadapi masalah yang kompleks dan multidimensi, kami membutuhkan pencerahan.”

Ketua Umum DPP LDII Ir KH Chriswanto Santoso, M.Si dalam sambutannya menyampaikan pentingnya menjalin silaturrahim. Dengan silaturrahim, para tokoh agama bisa turut memikirkan bangsa dan negara sebagai kontribusi untuk menjadikan Indonesia negeri yang makmur dan mendapatkan rahmat dari Allah SWT. “Tausiyah ini menjadi penting untuk memperkuat ukhuwah Islamiyah, agar ukhuwah wathoniyah juga kuat, dan ukhuwah basariyah terjaga. Para pendiri bangsa mendirikan negeri ini atas perbedaan yang tak bisa dihindari, dan para ulama menjadi motor penggerak perjuangan. Dari perbedaan itu, justru kita menyatu,” pungkas Chriswanto Santoso. Beliau menekankan bahwa para pendiri membentuk LDII bertujuan untuk berkontribusi kepada umat, bangsa, dan negara secara positif.

Dalam tausiyahnya, Wakil Ketua Umum MUI Pusat, Dr. KH. Marsudi Syuhud, MA, menekankan pentingnya keterhubungan antar manusia, “Sehingga antarmanusia terhubung rohani, pikiran, amaliyah dan berbagai hal lainnya, ketika semuanya nyambung, keberkahan itu hadir,” ujarnya. Keterhubungan itu, menurutnya sudah dicontohkan Rasulullah SAW dalam membangun negara kecil bernama Madinah, yang tertuang dalam Piagam Madinah.

Waketum MUI memberikan Tausiyah Kebangsaan dari studio utama Ponpes Walibarokah Kediri (foto : Lines)
Waketum MUI memberikan Tausiyah Kebangsaan dari studio utama Ponpes Walibarokah Kediri (foto : Lines)

Dalam pandangannya, Rasulullah mendirikan negeri Madinah sebagai negara untuk menyambung, mengikat masyarakat di dalamnya untuk hidup bersama meskipun tidak satu agama, “Islamnya saja ada golongan Muhajirin ada Ansor, ada Yahudi, Nasrani, dan Majusi yang bukan agama samawi. Dari beragam agama itu diikat untuk menyatukan perbedaan,” imbuhnya.

MUI Kulon Progo Serukan Tindak Lanjut Tausiyah Kebangsaan

Seusai acara dari studio utama PPWB, Ketum MUI Kulon Progo mengajak semua pihak untuk mencermati dan melaksanakan tausiyah MUI tersebut. Wasiludin berharap agar tausiyah bisa mencerahkan semuanya. “Acara yang kita ikuti bersama tadi mudah mudahan menjadi tonggak baru bagi seluruh pengurus LDII dari pusat sampai daerah,” kata Wasiludin.

Jajaran DPD LDII Kulon Progo berfoto bersama Ketum dan Sekum MUI Kulon Progo (berbaju hijau dan merah) Foto : Lines
Jajaran DPD LDII Kulon Progo berfoto bersama Ketum dan Sekum MUI Kulon Progo (berbaju hijau dan merah) Foto : Lines

Ketika dimintai pendapatnya, Sekum MUI menyampaikan kembali tentang pentingnya kebersaman. “Walaupun berbeda, kita tetap bangun kebersamaan. Kita tidak ingin saling curiga, tidak ingin saling menyalahkan. Kita jalin silaturrahim dengan LDII,” kata Abdurahman.

Check Also

Pemakaman Kopda Anumerta Farizal Rhomadhon di Taman Makam Pahlawan (TMP) Giripeni, Kulon Progo, DIY. (Foto ANTARA)

LDII Giripeni Hadiri Pemakaman Kopda Anumerta Farizal di TMP Giripeni Kulon Progo

Kulon Progo (5/4) — Prosesi pemakaman militer prajurit TNI, Kopda Anm Farizal Rhomadhon, yang gugur …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *