Sinergi Ormas Islam, Wujudkan Kulon Progo Madani dalam Bingkai Keberagaman

Sesi Pemateri Pembinaan Ormas Islam Kulon Progo oleh MUI
Sesi Materi dalam Acara Pembinaan Ormas Islam Kulon Progo oleh MUI

Kulon Progo – Memperingati 50 tahun kelahiran Majelis Ulama Indonesia (MUI), berbagai tokoh dan perwakilan organisasi masyarakat (ormas) Islam di Kulon Progo berkumpul dalam sebuah acara bertajuk “Pembinaan Ormas Islam Kulon Progo” pada Kamis (7/8) di PLHUT Kemenag Kulon Progo. Dialog yang mengusung tema “Peran dan Sinergi MUI dengan Pemda Kabupaten Kulon Progo” ini bertujuan untuk mewujudkan masyarakat madani dan khoirul ummah tanpa terjebak dalam egoisme kelompok.

Acara yang dihadiri sekitar 50 peserta, diantaranya KH Saifudin selaku Ketua Dewan Penasehat MUI Kulon Progo sekaligus Rais Syuriah NU, Ketua Umum MUI Dr. KH Jumarin, M.Pd, segenap pengurus MUI Kulon Progo, Ketua DPD LDII, Ketua PD Muhammadiyah, Ketua PC Nahdlatul Ulama, Ketua FKUB, dan Ketua MUI Kapanewon, ini merupakan forum penting untuk mempererat silaturahmi dan menyatukan visi.

Peran Sentral MUI sebagai Pelayan Umat dan Mitra Pemerintah

Ketua Umum MUI Kulon Progo, Dr. KH Jumarin, M.Pd, menekankan bahwa acara ini menjadi ajang untuk merefleksikan peran MUI sebagai pelayan umat dan mitra strategis pemerintah. Turut hadir pula Rais Syuriah NU, KH Syaifudin, yang dalam Khutbah Iftitah-nya mengulas sejarah berdirinya MUI pada 26 Juli 1975, yang lahir di fase kebangkitan bangsa untuk mewujudkan masyarakat maju dan berakhlak mulia.

Jumarin yang juga menjabat ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kulon Progo menambahkan bahwa fungsi utama MUI adalah melayani seluruh umat Islam, menjaga mereka dari ajaran sesat atau fatwa yang bertentangan dengan Al-Qur’an dan Hadis. Ia juga menegaskan pentingnya menjaga umat dari perpecahan akibat perbedaan (khilafiah) serta mendukung program pemerintah demi kemaslahatan dan kesejahteraan umat.

Visi Pemerintah Daerah: MUI Pengawal Keberagaman

Bupati Kulon Progo, Dr. R. H. Agung Setyawan, S.T., M.Sc., M.M, mengapresiasi kehadiran MUI di tengah masyarakat. Menurutnya, MUI menjadi wadah strategis bagi berbagai ormas Islam seperti LDII, Muhammadiyah, dan Nahdlatul Ulama untuk menyatukan visi dan mengeluarkan fatwa yang menyejukkan.

“MUI mengakomodir keberagaman, menjaga stabilitas, dan memperkecil perbedaan. Elemen pembentuk MUI dari berbagai unsur ormas Islam ini hadir untuk melindungi keberagaman, menguatkan, dan menjaga hubungan baik di antara manusia (hablum minannas),” ujar Agung. Ia juga menambahkan bahwa peran MUI tidak sekadar memberikan stempel halal, melainkan juga mengawal keberagaman agama dengan mengedepankan dialog, memberikan advokasi, dan mengembangkan pola pembinaan keagamaan. Hal ini sejalan dengan visi Kabupaten Kulon Progo yang religius.

Senada dengan itu, Kepala Kantor Kemenag Kulon Progo, H. Muhammad Wahib Jamil, S.Ag., M.Pd, berharap MUI terus meningkatkan kepercayaan masyarakat dengan banyak hadir dan mewujudkan qaulan sadida (perkataan yang benar) dan qaulan karimah (perkataan yang mulia). Beliau juga menyoroti pentingnya peran kebersamaan, profesionalisme, dan integritas dalam menjunjung tinggi nilai-nilai baik, seperti gotong royong dan saling membantu, yang telah menjadi tradisi di Kulon Progo.

Komitmen Sinergi Ormas Islam

Berfoto bersama dalam Pembinaan Ormas Islam Kulon Progo
Berfoto bersama dalam Pembinaan Ormas Islam Kulon Progo

Para pimpinan ormas yang hadir turut menyampaikan komitmennya. Ketua DPD LDII Kulon Progo, H. Pandaya, S.Pd., M.Pd, menyatakan dukungannya terhadap dialog antar-ormas sebagai partisipasi aktif dalam mewujudkan kerukunan dan kerja sama sesama umat Islam. Sementara itu, Ketua FKUB Kulon Progo, Drs. Surahmanto, M.Pd, menegaskan peran penting ormas dalam menjaga harmoni antar-umat beragama.

Acara ini ditutup dengan harapan besar bahwa sinergi antara MUI, pemerintah daerah, dan seluruh ormas Islam di Kulon Progo akan terus terjalin. Sinergi ormas ini diharapkan mampu menjadi fondasi yang kokoh untuk menciptakan masyarakat yang aman, damai, sejahtera, dan senantiasa menjunjung tinggi nilai-nilai keagamaan dan kemanusiaan.

Check Also

Pemakaman Kopda Anumerta Farizal Rhomadhon di Taman Makam Pahlawan (TMP) Giripeni, Kulon Progo, DIY. (Foto ANTARA)

LDII Giripeni Hadiri Pemakaman Kopda Anumerta Farizal di TMP Giripeni Kulon Progo

Kulon Progo (5/4) — Prosesi pemakaman militer prajurit TNI, Kopda Anm Farizal Rhomadhon, yang gugur …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *