Kepala BKKBN RI, Hasto Wardoyo Berikan Materi Pada MUSDA VII LDII

(Kulon Progo, 21/05). MUSDA VII DPD LDII Kulon Progo telah diselenggarakan di Joglo Sastro Pawiro, 21 Mei 2022. Dengan lebih dari 130 peserta, acara ini dibuka oleh Bupati Kulon Progo, Drs. H. Sutedjo. Turut hadir juga Ketua DPRD Kulon Progo, Ketua MUI Kulon Progo, Kepala Kemenag Kulon Progo, serta jajaran tokoh masyarakat Giripeni. Acara menjadi semakin lengkap dengan materi Kepala BKKBN RI menjelang siang hari.

Pembekalan materi kepada seluruh peserta menjadi salah satu rangkaian acara ini. Dalam sesi tersebut, panitia mendapatkan kesempatan untuk mendapat materi dari Kapolres Kulon Progo, AKBP Mukharomah Fajarini, S. IK. terkait Kamtibmas di Kulon Progo. Selain Kapolres Kulon Progo, Kepala BKKBN RI, dr. Hasto Wardoyo, SP. OG(K). juga berkenan memberikan materinya.

Meski Hasto tidak bisa hadir langsung di lokasi, ia memberikan materi secara virtual. Dengan penyampaian materi kurang lebih 30 menit, Hasto memberikan arahan membentuk keluarga berkualitas kepada seluruh peserta MUSDA LDII. Terutama kepada keluarga muda yang nantinya akan meneruskan pertumbuhan dan perkembangan bangsa.

BKKBN RI beri materi di MUSDA LDII
Kepala BKKBN RI beri materi Keluarga Berkualitas pada MUSDA VII DPD LDII Kulon Progo.

Ia menyampaikan bahwa bonus demografi harus dimanfaatkan secara maksimal. Keluarga muda harus memiliki kualitas yang baik. Salah satu hal yang perlu diperhatikan adalah usia produktif yang bekerja dan tidak menganggur agar tidak menjadi beban.

Terkait keluarga berkualitas, BKKBN memiliki indikator berupa i-Bangga atau Indeks Pembangunan Keluarga. i-Bangga terdiri dari 3 faktor, yaitu tentram, mandiri, dan bahagia.

Tentram berarti keluarga paham betul praktik beragama dan memiliki akhlak yang mulia. Kemudian mandiri berarti keluarga memiliki nilai kerja keras yang tinggi dan diiringi dengan kebiasaan hidup hemat atau tidak boros. Lalu bahagia artinya keluarga harus dijalin secara harmonis dan bergotong royong. Baik antar anggota keluarga maupun antara keluarga dengan lingkungan masyarakat.

“Saya kenal betul bagaimana pengurus LDII mensosialisasikan hal ini kepada keluarga-keluarga. Mendengungkan kepada warganya untuk kerja keras dan tidak boros. Contoh saja merokok, masih banyak keluarga yang antri bantuan tunai 500 ribu per bulan. Padahal mereka (mengeluarkan) uang merokok bisa 600 ribu per bulan. Makanya nilai Tri Sukses dari LDII ini sudah luar biasa.” ungkap Hasto.

i-Bangga BKKBN RI
i-Bangga atau Indeks Permbangunan Keluarga

Selain itu, ia juga menyampaikan kritikannya kepada mayoritas pemuda yang akan menikah. Jangan sampai yang diurusi oleh calon pengantin dan orangtua hanya gedung dan katering saja. Pemeriksaan kesehatan kedua mempelai juga harus dipersiapkan. Seluruh peserta mengikuti materi dengan antusias meskipun tidak ada kesempatan untuk berdiskusi langsung.

Selengkapnya:

Check Also

Pemakaman Kopda Anumerta Farizal Rhomadhon di Taman Makam Pahlawan (TMP) Giripeni, Kulon Progo, DIY. (Foto ANTARA)

LDII Giripeni Hadiri Pemakaman Kopda Anumerta Farizal di TMP Giripeni Kulon Progo

Kulon Progo (5/4) — Prosesi pemakaman militer prajurit TNI, Kopda Anm Farizal Rhomadhon, yang gugur …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *