
Kulon Progo (24/5) – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) LDII Kabupaten Kulon Progo menggelar seminar Baiti Jannati. Kegiatan bertema Membangun Rumah Tangga Bahagia Bagai di Surga ini berlangsung secara hybrid dengan studio utama di Masjid Al-Iman, Kompleks DPD LDII Kulon Progo, Minggu (24/5). Adapun peserta yang lain mengikuti secara daring melalui 31 studio mini Pimpinan Anak Cabang (PAC) LDII se-Kulon Progo.
Seminar yang diselenggarakan oleh Bagian Pemberdayaan Perempuan dan Kesejahteraan Keluarga (PPKK) DPD LDII Kulon Progo tersebut diikuti remaja putri usia mandiri hingga ibu rumah tangga. Kegiatan ini bertujuan memberikan bekal dalam mempersiapkan, membangun, dan mempertahankan keluarga yang sakinah, mawaddah, warahmah.
Wakil Ketua DPD LDII Kulon Progo, Sunaryono, mengapresiasi terselenggaranya seminar tersebut. Menurutnya, pembinaan keluarga harus dimulai sejak dini agar lahir generasi yang siap membangun rumah tangga yang harmonis.
“Materi yang disampaikan sangat bermanfaat. Kami berharap seluruh peserta mengikuti kegiatan sampai selesai agar dapat memahami dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Ketua panitia, Suwarti, menjelaskan bahwa seminar ini merupakan salah satu program pembinaan perempuan yang rutin dilaksanakan PPKK LDII. Menurutnya, keluarga yang bahagia tidak hadir dengan sendirinya, tetapi harus dipersiapkan dan dijaga bersama.
“Melalui seminar ini kami ingin membekali remaja putri dalam mempersiapkan kehidupan berkeluarga, sekaligus menguatkan para ibu agar mampu menjaga keharmonisan rumah tangga hingga usia lanjut,” katanya.
Hadir sebagai narasumber, Dwi Suprihatin Rahayu, dari Bagian Pendidikan Umum dan Pelatihan (PUP). Dalam paparannya, bidan di Puskesmas Girimulyo I ini menjelaskan bahwa konsep Baiti Jannati dimulai dari upaya membangun keluarga yang menjadi tempat paling aman dan nyaman bagi seluruh anggotanya.
“Keluarga harus menjadi tempat perlindungan. Di dalamnya tumbuh rasa aman, kasih sayang, komunikasi yang baik, serta dukungan untuk berkembang bersama,” ujarnya.
Ia juga menjelaskan pentingnya mempersiapkan kehidupan berumah tangga sejak sebelum menikah. Mulai dari memilih pasangan yang tepat, memahami peran suami dan istri, hingga membangun komunikasi yang sehat dalam keluarga.
Selain itu, Dwi memberikan edukasi mengenai kesehatan reproduksi. Ia memberikan kisi-kisi membangun keluarga yang sehat, bahagia, dan sejahtera dengan memperhatikan usia ideal menikah, usia aman melahirkan, serta jarak kelahiran anak.
Sesi diskusi berlangsung interaktif. Peserta dari berbagai kelompok usia aktif mengajukan pertanyaan. Berbagai topik dibahas, mulai dari peran perempuan yang berkarier, cara membangun komunikasi dengan suami, pola pengasuhan anak, hingga kiat membagi waktu antara keluarga dan pekerjaan.
Menanggapi berbagai pertanyaan tersebut, Dwi menegaskan bahwa komunikasi merupakan fondasi utama dalam membangun keluarga yang harmonis. “Setiap keluarga memiliki tantangan yang berbeda. Karena itu, komunikasi yang terbuka, saling menghargai, dan saling memahami menjadi kunci menjaga keharmonisan rumah tangga,” jelasnya.
Ia juga mengingatkan bahwa seorang perempuan memiliki banyak peran dalam kehidupannya, baik sebagai anak, istri, ibu, menantu, anggota masyarakat, maupun perempuan yang berkarier. Oleh karena itu, dibutuhkan kesiapan mental, ilmu, dan kemampuan mengelola berbagai tanggung jawab tersebut secara seimbang.
Sementara itu, Suwarti berharap seminar ini menjadi bekal bagi seluruh peserta untuk membangun keluarga yang kuat dan penuh keberkahan.
“Rumah tangga yang harmonis perlu dirancang, diupayakan, dan dijaga bersama. Kami berharap ilmu yang diperoleh hari ini dapat diterapkan sehingga lahir keluarga yang sakinah, mawaddah, warahmah, sekaligus melahirkan generasi penerus yang berakhlakul karimah,” pungkasnya.
DPD LDII KULON PROGO Lembaga Dakwah Islam Indonesia