Perkuat Peran Wanita dalam Keluarga, LDII Kulon Progo Gelar Pengajian Khusus Putri

LDII Kulon Progo gelar Pengajian Khusus Putri untuk memperkuat peran wanita dalam keluarga dengan pemateri dari DPP LDII
LDII Kulon Progo gelar Pengajian Khusus Putri untuk memperkuat peran wanita dalam keluarga dengan pemateri dari DPP LDII

Kulon Progo (21/6) – Guna memperkuat peran wanita dalam keluarga, Bagian Pemberdayaan Perempuan dan Kesejahteraan Keluarga (PPKK) DPD LDII Kabupaten Kulon Progo menggelar Pengajian Khusus Putri. Kegiatan ini dihelat di Masjid Al Iman, Kompleks DPD LDII Kulon Progo, Gunung Gempal, Giripeni, Wates, DIY pada Minggu (21/6/2026).

Kegiatan tersebut diikuti hampir seribu peserta yang terdiri atas ibu-ibu dan remaja putri usia 17 tahun ke atas. Mereka berasal dari berbagai kapanewon di Kulon Progo, selain Kapanewon Samigaluh yang juga mengadakan pembinaan serupa. Pengajian menjadi sarana silaturahim sekaligus pembinaan keagamaan bagi kaum perempuan. Melalui kegiatan tersebut, peserta mendapatkan bekal ilmu agama yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Acara dibuka oleh Titin Sumarni dari PC LDII Pengasih. Dalam arahannya, ia mengajak peserta untuk mengikuti pengajian dengan sungguh-sungguh dan menjaga adab selama kegiatan berlangsung. “Ngaji ini diniati karena Allah. Mari mengikuti dengan serius, menghindari ngobrol sendiri, mengantuk, melamun, maupun mengoperasikan telepon genggam selama pengajian berlangsung,” ujarnya.

Materi pertama disampaikan oleh Hj. Qanita Azzahra dari Departemen PPKK DPP LDII. Dalam kajiannya, ia membahas dalil-dalil Al-Qur’an dan hadis mengenai haid, nifas, dan istihadhah. Ia menjelaskan pengertian masing-masing kondisi tersebut serta tata cara pelaksanaan ibadah yang berkaitan dengannya. Peserta juga diberikan pemahaman mengenai pentingnya menjalankan ibadah sesuai tuntunan syariat.

Qanita mengingatkan bahwa perempuan yang telah suci dari haid atau nifas hendaknya segera mandi junub dan kembali melaksanakan salat wajib. “Jika sudah suci, jangan menunda-nunda mandi junub dan salat. Kewajiban harus segera dilaksanakan sesuai tuntunan agama,” pesannya.

Selain itu, ia mengingatkan para ibu agar memiliki kepedulian dalam membimbing putri-putrinya yang telah baligh. Menurutnya, orang tua memiliki tanggung jawab untuk menanamkan pemahaman agama, termasuk mengenai kewajiban menutup aurat.

Lebih lanjut, Qanita juga menjelaskan tentang batasan pergaulan antara laki-laki dan perempuan, termasuk hukum mahram dan bukan mahram sebagai bekal dalam menjaga kehormatan diri.

Peningkatan Diri bagi Wanita Muslimah

Materi berikutnya disampaikan oleh Hj. Umi Salamah dari Departemen PPKK DPP LDII. Ia menjelaskan pentingnya meningkatkan kualitas keimanan dan menjaga hati dari sifat-sifat yang dapat merugikan diri sendiri. Menurutnya, seorang wanita sering dihadapkan pada berbagai perasaan, seperti iri hati dan dengki. Karena itu, memperbanyak mengaji dan menuntut ilmu menjadi salah satu cara untuk menjaga hati tetap bersih.

“Wanita harus disibukkan dengan kegiatan yang bermanfaat, salah satunya mengaji. Dengan ilmu agama, hati menjadi lebih tenang dan terarah,” ujarnya.

Umi Salamah juga mengingatkan pentingnya peran orang tua dalam mendidik anak-anaknya. Ia mengutip firman Allah SWT, ‘Quu anfusakum wa ahlikum naraa’, di mana Allah memerintahkan untuk menjaga diri dan keluarga dari api neraka.

Menurutnya, orang tua tidak boleh hanya memikirkan dirinya sendiri. Mereka harus aktif mengajak, membimbing, dan menasihati anak agar tumbuh menjadi generasi yang saleh dan salehah.

Selain itu, ia mendorong para orang tua untuk memperhatikan pendidikan anak. Baik melalui sekolah maupun pondok pesantren, pendidikan yang baik akan menjadi bekal penting bagi masa depan mereka.

Dalam materinya, Umi Salamah juga menyoroti peran wanita sebagai istri. Ia mengingatkan pentingnya membangun keharmonisan rumah tangga melalui ketaatan kepada suami, komunikasi yang baik, serta sikap saling menghargai.

Ketua Bagian PPKK DPD LDII Kulon Progo, Suwarti, mengatakan bahwa pengajian tersebut merupakan bagian dari program pembinaan perempuan yang rutin dilaksanakan LDII. “Pengajian ini menjadi sarana silaturahim sekaligus meningkatkan kualitas ibu-ibu sebagai istri yang salehah. Selain itu, remaja putri juga mendapatkan bekal untuk menjadi muslimah yang baik dan mempersiapkan diri dalam kehidupan berumah tangga di masa depan,” ujarnya.

Check Also

Wakil Gubernur DIY KGPAA Paku Alam X memberikan penghargaan Kampung Tangguh Iklim kepada Samidi selaku perwakilan dari Kampung Proklim Kembang

Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, Kampung Proklim Kembang Raih Penghargaan Kampung Tangguh Iklim dari Pemda DIY

Yogyakarta (18/6). Semangat menjaga lingkungan terus tumbuh di tengah masyarakat Kulon Progo. Hal tersebut tercermin dari …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *