Kulon Progo (31/03). Kabar gembira datang dari perguruan pencak silat Persinas ASAD Kulon Progo. Pasalnya, perguruan ini berhasil mengirimkan dua perwakilan yang lolos ditingkat kabupaten untuk melanjutkan ke tingkat provinsi. Luthfi ASAD Cholilulloh dari SMA N 1 Wates mewakili kategori seni tunggal putra dan Daru Prasetyo Prayitno dari SMP N 4 Wates mewakili kategori tanding kelas C putra. Mari mengenal lebih jauh atlet ASAD Kulon Progo yang penuh prestasi ini.
Setelah sempat menang di babak penyisihan, Daru berhasil memperoleh juara tiga. Sedangkan Luthfi berhasil memperoleh juara satu. Itu artinya, Persinas ASAD Kulon Progo berhasil membawa pulang 1 medali emas dan 1 medali perunggu. Sebagai juara satu di Popda Kulon Progo, Luthfi masih harus seleksi PAB (Penjaringan Atlet Berbakat) untuk mengikuti Popwil (Pekan Olahraga Wilayah). Di kejuaraan lain Luthfi ternyata sudah memperoleh banyak prestasi di dunia pencak silat. Dibalik prestasinya tersebut ternyata perjalanan latihan yang dijalani oleh Luthfi sangat panjang dan menarik.

Saat diwawancarai pada kesempatan lain, Luthfi menyampaikan bahwa ia sudah mulai latihan pencak silat sejak duduk di sekolah dasar. “Saya dulu saat masih kecil sering melihat kejuaraan pencak silat dan mereka yang juara memperoleh piala. Awalnya karena itu saya tertarik untuk mengikuti pencak silat. Ternyata tidak hanya medali, bahkan saya bisa mendapatkan banyak pengalaman. Lalu kelas dua SD saya mulai belajar pencak silat dengan Ayah saya dan kelas tiga SD pertama kali mengikuti kejuaraan”, Ujar Luthfi.
Lain halnya dengan Daru, awal mula tertarik pencak silat karena melihat atlet Persinas ASAD, Abdul Malik, bertanding di final Sea Games 2018. Kemudian dengan dorongan dari keluarga terutama dari ibunya, ia mulai belajar pencak silat di usia muda. Duduk di kelas satu SMP saat ini, ia merasa perjalanannya masih panjang. Masih banyak kesempatan untuk mengikuti kejuaraan kedepannya.
Rajin Berlatih dan Dukungan Keluarga
Meskipun keduanya memiliki latar belakang terjun ke dunia seni pencak silat yang berbeda, mereka memiliki prinsip yang sama. Keduanya selalu yakin bahwa latihan akan menyempurnakan teori yang sudah didapatkan. Luthfi dan Daru memiliki jawaban yang sama bahwa latihan adalah kegiatan wajib hampir setiap hari. Itulah kenapa pelatih menjadi salah satu sosok guru sekaligus sumber motivasi untuk terus belajar.
Selain pelatih, keduanya juga sepakat bahwa keluarga dan lingkungan pertemanan ikut berpengaruh terhadap prestasi. Berbagai bentuk dukungan dan doa yang diberikan membuat mereka semakin kuat meski harus menjalani latihan yang melelahkan. Para pelatih dan pengurus tentu berharap atlet ASAD Kulon Progo secara keseluruhan menjadikan kompetisi yang ada sebagai penyemangat mengejar prestasi.
Luthfi dan Daru juga memberikan pesannya kepada teman-teman yang sedang berjuang mengejar prestasi. Baik itu dalam bidang yang sama maupun bidang lain yang diinginkan.
“Kalian harus tetap semangat berlatih dan jangan putus asa. Jangan lupa juga untuk sholat dan berdoa kepada Allah SWT. Semua prestasi yang ada jelas pemberian dari Yang Di Atas.”, ucap keduanya saling melengkapi.
DPD LDII KULON PROGO Lembaga Dakwah Islam Indonesia