Kulon Progo (20/3). Untuk menghadapi perkembangan zaman dunia gaya dalam berbusana, tim keputrian melalui Bidang Pemberdayaan Wanita PC LDII Pengasih mengadakan kajian. Acara yang digelar dengan tema “Fashion Style Muslimah” ini berlangsung di Masjid Al Haq, Margosari, Pengasih.
Dimulai pukul 08.30 WIB, peserta yang terdiri dari perwakilan pemudi LDII Pengasih usia SMA ke atas sudah memperlihatkan antusias mereka. Acara dibuka dengan panitia acara lalu langsung diserahkan oleh pemateri. Materi mengenai fashion muslimah yang syari disampaikan oleh Dina Khoiruwati.
“Sebelum mengikuti tren fashion yang semakin beragam ini, kita harus paham dulu ya pedomannya. Sesuai dengan hadist Nabi Muhammad SAW, ada 8 syarat berpakaian syari yang harus diikuti. Jadi, meskipun kita ingin mengikuti fashion, harus tahu dan paham dengan dasar aturannya”, tutur Dina.

Antusias peserta semakin meningkat dengan adanya kesempatan bertanya sebelum materi selesai dari pemateri. Beberapa pertanyaan yang disampaikan terdiri dari berbagi pengalaman dan kasus di sekitar peserta, seperti di tempat kerja dan kampus. Hal ini membuat sesi kajian menjadi lebih lengkap.
Mengenali Tubuh dan Style Favorit
Dina juga menambahkan perlunya kita mengenali tubuh dan style fashion favorit yang dimiliki. Kemudian sesuaikan dengan papan-empan-adepan yang akan dihadiri. “Boleh saja kok mengenakan baju santai yang syari, namun dilihat lagi untuk acara apa. Kalau mau ngaji ya tetap harus rapi syari. Kalau mau main ke pantai, baru pakai style yang lebih santai. Semua style harus bisa disiasati dengan baik dan sesuai pedoman Rasulullah SAW.”
Pada pertengahan acara, panitia bahkan menyiapkan doorprize bagi peserta yang bisa menjawab pertanyaan dari pemateri dan panitia. Kemudian kajian dilanjutkan dengan praktek langsung oleh peserta. Mini fashion show diadakan untuk memeriahkan acara sekaligus menerapkan ilmu yang baru saja didapatkan. Peserta terlihat cepat memahami dan berkreasi sesuai tema yang diberikan panitia.

Salah satu tim keputrian PC LDII Pengasih, Nur Yahya, tak lupa menyampaikan harapannya bagi para peserta. “Kami berharap teman-teman di sini dapat menerapkan ilmu ini untuk kegiatan sehari-hari. Begitu juga agar saat berkeluarga nanti, bisa mengajarkannya kepada anak-anak kita semua. Apalagi salah satu tugas perempuan dalam berumah tangga adalah macak (berdandan).”
DPD LDII KULON PROGO Lembaga Dakwah Islam Indonesia