
Kulon Progo (29/8). Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kabupaten Kulon Progo menggelar pembinaan generasi muda pada Sabtu–Minggu (29–30/8/2026). Kegiatan berlangsung di Kompleks DPD LDII Kulon Progo, Giripeni, Wates, Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Kegiatan mengusung tema “Membina Generasi Muda Kulon Progo yang Profesional Religius, Sukses Dunia, Sukses Akhirat, dan Berkarakter Luhur.” Sesi hari Sabtu menghadirkan 300 peserta yang terdiri atas dewan guru generasi penerus (generus), pengurus DPD, Pimpinan Cabang (PC), dan Pimpinan Anak Cabang (PAC) LDII se-Kulon Progo.
Pemateri Ustadz Dian Firdaus dari Kertosono, Jawa Timur menekankan pentingnya menghidupkan suasana musyawarah dalam pembinaan generasi muda. Menurutnya, musyawarah tidak cukup hanya menjadi forum penyampaian informasi. Musyawarah perlu berlangsung interaktif sehingga berbagai persoalan yang dihadapi dalam pembinaan generus dapat dibahas dan menghasilkan keputusan yang bermanfaat.
“Suasana musyawarah pembinaan generus perlu dihidupkan sehingga bisa hidup dan interaktif, menghasilkan keputusan-keputusan yang bermanfaat dan tepat sebagai solusi atas permasalahan yang dihadapi,” ujarnya.
Lebih lanjut, dewan guru Pondok Pesantren Wali Barokah Kediri ini mendorong pengurus dan dewan guru untuk mengembangkan forum diskusi terbimbing atau Focus Group Discussion (FGD). Forum tersebut dapat menjadi ruang bersama untuk mencari solusi atas berbagai persoalan generasi muda.
Menurutnya, FGD sebaiknya melibatkan berbagai unsur, termasuk generasi muda dan orang tua. Dengan demikian, persoalan yang dihadapi dapat dilihat dari berbagai sudut pandang dan solusinya dirumuskan secara bersama.
Ustadz Dian juga mengingatkan perlunya mengevaluasi kehadiran generasi muda dalam kegiatan pembinaan. Jika kehadiran generus belum maksimal, kondisi tersebut perlu ditelaah untuk mengetahui kendala yang menjadi penyebabnya.
“Kalau kehadiran generus kurang maksimal, perlu ditelaah lebih lanjut kendalanya apa. Setelah diketahui kendalanya, kemudian dicari solusi atas kendala tersebut,” jelasnya.
Dalam penyampaian materi dalil, Ustadz Dian juga mengingatkan pentingnya peran orang tua dan pendidik dalam membentuk karakter generasi muda. Pembinaan tidak hanya dilakukan melalui penyampaian ilmu, tetapi juga melalui keteladanan dan lingkungan yang baik.
Ia mengutip hadis tentang pentingnya pendidikan. Orang tua dan pendidik perlu mengajarkan ilmu sekaligus akhlak. Ia juga mengingatkan bahwa salah satu pemberian terbaik orang tua kepada anak adalah budi pekerti yang baik.

Selain memberikan ilmu dan akhlak, pembinaan generus perlu diperkuat dengan keteladanan, lingkungan yang baik, serta doa yang baik. “Dengan keteladanan, lingkungan yang baik, serta doa yang baik, maka akan mendukung pembinaan generus. Itu kewajiban kita, dalam peran pengurus dan orang tua dalam membentuk generasi yang memiliki karakter luhur,” tegasnya.
Melalui kegiatan ini, DPD LDII Kulon Progo berupaya memperkuat kesamaan langkah para pengurus dan dewan guru dalam membina generasi muda. Pembinaan diharapkan tidak hanya berorientasi pada peningkatan pengetahuan agama, tetapi juga membentuk generasi yang memiliki karakter, kemandirian, dan kesiapan menghadapi tantangan kehidupan.
Kegiatan pembinaan generasi muda tersebut dilanjutkan pada Minggu (30/8) dengan peserta seluruh muda mudi LDII Kulon Progo.
DPD LDII KULON PROGO Lembaga Dakwah Islam Indonesia
One comment
Pingback: Ustadz Mirzam Ahmad Tekankan Sinergi Semua Unsur dalam Pembinaan Generus LDII Kulon Progo - DPD LDII KULON PROGO