
Kulon Progo (29/8). Dewan Pimpinan Daerah (DPD) LDII Kulon Progo menggelar kegiatan Pembinaan Generasi Muda pada Sabtu–Minggu, (29–30/8), bertempat di Kompleks DPD LDII Kulon Progo, Giripeni, Wates, Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat pembinaan generasi penerus agar memiliki karakter profesional religius serta berkarakter luhur.
Rangkaian kegiatan diawali pada Sabtu dengan agenda sharing dan pembinaan bagi para dewan guru generasi penerus (generus), pengurus DPD, Pimpinan Cabang (PC), dan Pimpinan Anak Cabang (PAC) LDII se-Kulon Progo. Kegiatan tersebut diikuti sekitar 300 peserta.
Hadir sebagai pemateri, Ustadz Mirzam Ahmad dari Sragen dan Ustadz Dian Firdaus dari Kertosono, Jawa Timur. Keduanya memberikan penguatan dan motivasi terkait strategi pembinaan generasi muda secara berkelanjutan.
Dalam materinya, Ustadz Mirzam menekankan pentingnya kerukunan dan kekompakan semua unsur dalam membina generasi penerus. Menurutnya, pembinaan generus tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja, melainkan membutuhkan sinergi antara pengurus, dewan guru, pakar pendidik, dan orang tua.
“Pengurus harus rukun dan kompak dalam pembinaan generus. Bersama-sama mendidik putra-putri kita dengan pendidikan Al-Qur’an dan Al Hadis,” pesannya.
Ia juga mengingatkan pentingnya keteladanan orang tua dalam mendidik anak. Menurutnya, nasihat akan lebih mudah diterima apabila orang tua memberikan contoh secara langsung dalam kehidupan sehari-hari.
“Jangan hanya mengatakan, ‘Ayo Nak, shalat’. Orang tua juga harus beranjak untuk sholat sebagai bentuk keteladanan secara langsung,” ujarnya.
Selain keteladanan, Ustadz Mirzam mendorong para pembina untuk mengembangkan metode pembelajaran yang menyenangkan. Para guru dapat meningkatkan kemampuan melalui pelatihan mengajar dan menyampaikan nasihat kepada generasi penerus, khususnya kelompok usia cabe rawit, dengan pendekatan yang sesuai dengan karakter anak.
Ia juga mengajak para orang tua untuk mendalami psikologi anak agar dapat membangun hubungan yang baik sekaligus menjaga kewibawaan sebagai orang tua. Anak perlu memahami batasan antara perilaku yang benar dan salah, sehingga orang tua dapat memberikan nasihat dan teguran secara tepat ketika anak melakukan kesalahan.
“Orang tua perlu memberikan nasihat kepada anaknya. Pelajari psikologi anak, sehingga anak tetap segan dan hormat kepada orang tua. Namun tetap memiliki kedekatan dengan anak,” jelasnya.
Ustadz Mirzam juga menyoroti pentingnya dukungan sumber daya dalam pembinaan generus. Menurutnya, orang tua dan pengurus perlu menyiapkan dukungan dana yang memadai karena pembinaan generasi muda membutuhkan berbagai kegiatan dan sarana pendukung.

Di samping itu, ia mengingatkan pentingnya doa orang tua. “Ibu-ibu, doakan anak-anak dengan doa yang baik,” pesannya. Ia juga mendorong seluruh orang tua agar memastikan generus hadir pada sesi pengajian di hari Minggu (30/8).
Melalui kegiatan tersebut, DPD LDII Kulon Progo mendorong seluruh pengurus, pendidik, orang tua, dan pembina generus untuk semakin bersemangat dan memiliki greget dalam membina generasi penerus. Dengan sinergi dan kekompakan seluruh elemen, generasi muda LDII diharapkan tumbuh menjadi insan yang profesional religius, dan berkarakter luhur.
DPD LDII KULON PROGO Lembaga Dakwah Islam Indonesia