Kulon Progo (23/02) – Dibungkus dalam kajian khusus muslimah, Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) memberikan formulasi materi yang segar untuk remaja putri, ibu-ibu, hingga nenek-nenek warga LDII di Kulon Progo. Berlokasi di Masjid Al Iman, Giripeni, acara diisi oleh Ustazah Miftahul dan Ustazah Neneng Karyawati dan dihadiri oleh lebih dari 700 peserta. Pesertanya sendiri terdiri dari perempuan LDII usia 17 tahun hingga 60 tahun.
Sebelum acara dimulai, Waryanti sebagai salah satu pengurus Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Kesejahteraan Keluarga (PPKK) menyampaikan sedikit sambutannya. Waryanti mengingatkan bahwa acara kali ini spesial karena pemateri datang langsung dari DPP LDII sehingga diharapkan peserta dapat fokus agar terserapnya materi lebih optimal.

Kemudian acara dilanjutkan dengan materi pertama dari Ustazah Miftahul yang menyampaikan terkait latar belakang acara ini. Ia memaparkan bahwa dalam hal agama perempuan memang diqadar lebih rendah dibanding laki-laki.
“Jadi sudah sewajarnya kita saling mengingatkan ya ibu-ibu, mba-mba. Mari memiliki hati yang luas dan mudah mengakui kesalahan. Dengan begitu, keluarga harmonis juga akan terwujud dari upaya kita di rumah.” ungkap Miftahul.

Ia juga menjelaskan bahwa keluarga harmonis tidak bisa diwujudkan hanya oleh satu dua anggota keluarga saja. Tapi semua anggota keluarga perlu mengupayakan, termasuk dari para perempuan. Komunikasi dua arah menjadi kunci untuk saling memahami dan mengharga satu sama lain di dalam keluarga.
Acara terakhir merupakan materi dari Ustazah Neneng terkait kemandirian perempuan. Ia mengajak sebisa mungkin ibu rumah tangga dan perempuan usia produktif untuk mengoptimalkan apa yang dimilikinya. Salah satunya adalah memanfaatkan ponsel masing-masing untuk menambah ilmu, pahala, dan/atau uang.
“Supaya produktif ilmu, smartphone-nya dijadikan media belajar, belajar menu baru, belajar keterampilan baru, ngaji, dan lain sebagainya. Lalu agar produktif pahala, (ponsel) bisa digunakan untuk menghubungi saudara jauh, untuk pasang alarm supaya bangun saat 1/3 malam yang akhir. Nah, untuk poduktif uang, sekarang bisnis dari rumah itu gampang, ibu-ibu. Hasil masakan atau kreasi terbaik difoto lalu upload, tulis ‘monggo yang mau pesan’.” tutur Neneng.
Selain tips tersebut, Neneng juga mengingatkan kembali maksud baik dari acara ini. “Pengurus (DPP LDII) itu menyadari bahwa memang ada hal-hal yang jauh lebih bermakna dan lebih mudah diterima oleh perempuan ketika yang menyampaikan itu juga perempuan. Laki-laki kadang malu atau tidak paham caranya menyampaikan. Makanya kami diutus untuk menyegarkan semangat beribadah bagi semua peserta putri di Kulon Progo ini.”
Selain kehadiran, antusias peserta juga terlihat dari jumlah sedekah yang terkumpul. Pemateri menegaskan bahwa semua sedekah tersebut akan menjadi amal jariyah yang besar dan terus mengalir pahalanya meski sudah tutup usia.
DPD LDII KULON PROGO Lembaga Dakwah Islam Indonesia