
Kulon Progo (2/10) – Pandaya kembali dipercaya memimpin Pengurus Kabupaten (Pengkab) Federasi Gimnastik Indonesia (FGI) Kulon Progo periode 2026–2030. Ia terpilih secara aklamasi dalam Musyawarah Kabupaten (Muskab) FGI Kulon Progo yang berlangsung di RM Thinthing, Sentolo, Jumat (2/10).
Muskab tersebut dihadiri Wakil Ketua KONI Kulon Progo, Kusdira, serta Sekretaris Umum Pengda FGI DIY, Ranintya Meikahani. Forum tersebut menjadi bagian dari konsolidasi organisasi sekaligus menyusun program pembinaan gimnastik di Kulon Progo.
Pandaya yang juga Ketua DPD LDII Kulon Progo mengatakan, kepengurusan FGI ke depan akan berfokus pada perluasan pembinaan olahraga senam. Salah satunya dengan mengenalkan senam prestasi kepada pelajar sejak usia dini.
“Kami akan mengenalkan senam prestasi kepada siswa tingkat SD hingga SMA. Target kami ke depan agar olahraga senam semakin merakyat dan dicintai semua kalangan,” ujar Pandaya.
Menurutnya, pembinaan olahraga perlu dilakukan secara berkelanjutan. Sekolah dapat menjadi salah satu pintu masuk untuk mengenalkan olahraga senam sekaligus menjaring bibit atlet potensial di Kulon Progo.
Ia berharap pembinaan tersebut tidak hanya berorientasi pada prestasi. Olahraga juga dapat menjadi sarana membangun kedisiplinan, sportivitas, kepercayaan diri, dan kebiasaan hidup sehat bagi generasi muda.
Pandaya menilai pembinaan generasi muda melalui olahraga juga sejalan dengan kiprahnya dalam kegiatan kemasyarakatan. Sebagai Ketua DPD LDII Kulon Progo, ia selama ini turut mendorong berbagai kegiatan pembinaan generasi muda melalui pendidikan, kegiatan sosial, olahraga, dan aktivitas kemasyarakatan.
Menurutnya, generasi muda membutuhkan ruang untuk mengembangkan potensi secara positif. Olahraga menjadi salah satu sarana yang dapat mempertemukan pembinaan fisik, mental, dan karakter.
Tantangan lain yang segera dihadapi FGI Kulon Progo adalah pelaksanaan Pekan Olahraga Daerah (Porda) DIY 2027. Kulon Progo dijadwalkan menjadi salah satu daerah yang menjadi tuan rumah penyelenggaraan ajang olahraga tersebut.
Menghadapi momentum tersebut, FGI Kulon Progo memasang target dua medali emas. Target tersebut akan disiapkan melalui pembinaan atlet secara bertahap, mulai dari penjaringan bibit hingga peningkatan kualitas latihan dan kompetisi.
Wakil Ketua KONI Kulon Progo, Kusdira, menyampaikan dukungannya terhadap kepengurusan baru FGI Kulon Progo. Ia berharap kepemimpinan Pandaya dapat membawa pembinaan gimnastik semakin terarah dan profesional.
“Porda 2027 menjadi momentum penting. Kami berharap FGI dapat mempersiapkan atlet dengan baik sehingga mampu memberikan prestasi bagi Kulon Progo,” ujarnya.
Menurutnya, pengalaman Pandaya dalam mengelola organisasi dapat menjadi modal untuk memperkuat koordinasi antara FGI, KONI, sekolah, pelatih, dan berbagai pihak terkait.
Sementara itu, Sekum Pengda FGI DIY, Ranintya Meikahani, berharap kepengurusan baru FGI Kulon Progo mampu memperluas pembinaan dan meningkatkan prestasi atlet. Terlebih, Kulon Progo memiliki kesempatan untuk menunjukkan potensi olahraga senam pada Porda DIY 2027.
“Kalau ekosistem pembinaannya berjalan bersama, peluang untuk melahirkan atlet berprestasi akan semakin besar. Kami dari Pengda FGI DIY tentu siap mendukung pembinaan di Kulon Progo,” tambahnya.
Dengan kepengurusan baru tersebut, FGI Kulon Progo diharapkan tidak hanya mampu mengejar target medali. Lebih dari itu, pembinaan yang dilakukan secara berkelanjutan diharapkan dapat melahirkan atlet-atlet muda berprestasi sekaligus mendorong olahraga senam semakin dikenal dan diminati masyarakat.
DPD LDII KULON PROGO Lembaga Dakwah Islam Indonesia