Keputrian PAC Lendah Ajarkan Bersuci Dari Dasar, Apakah Darah Najis?

Baru-baru ini, tepatnya pada Minggu pagi, 17 Oktober 2021 LDII Kembali mengadakan acara khusus bagi para remaja putri. Diselenggarakan oleh PC Lendah, acara digelar di Masjid Baitul Mukmin, Carikan, Bumirejo, Lendah secara tatap muka dengan mematuhi protokol kesehatan. Dimulai pukul 08.30 pagi, acara dibuka dengan pembukaan oleh panitia. Kemudian dilanjutkan dengan materi dengan judul “Menjaga Kesucian dan Mensucikan Najis”. Materi ini fokus pada praktek bersuci sesuai tuntunan Nabi Muhammad SAW.

Materi yang dibawakan oleh Ibu Suwarti Prayitno, S. Pd. ini mengajarkan tentang banyak hal seputar kesucian. Dalam bersuci, Ibu Suwarti menjelaskan bahwa suci dari najis menjadi syarat sah diterimanya sholat seseorang. Itulah kenapa acara ini digelar bagi para remaja putri. Karena bagaimanapun juga, perempuan berperan penting dalam berlangsungnya kegiatan ibadah dalam keluarga.

Acara yang dihadiri oleh 43 remaja putri ini berlangsung lancar dengan tambahan acara tanya jawab dan kuis berhadiah sederhana dari panitia untuk peserta. Salah satu peserta acara memberikan pertanyaan mengenai najis atau tidaknya darah akibat kecelakaan. Dalam sesi tersebut, ibu Suwarti menjelaskan bahwa darah memang salah satu benda najis, namun jika terjadi karena kecelakaan dan hanya menempel di tubuh atau baju, maka tidak dihukumi najis. Darah yang dihukumi najis adalah darah yang menetes, baik itu akibat kecelakaan maupun darah haid.

 

bersuci

Ibu Suwarti juga menjelaskan, terdapat hadist yang menerangkan bahwa bekas darah haid pada pakaian yang masih menempel setelah dicuci tidak dihukumi najis. Jadi, beliau mengatakan, “Jika sudah dicuci bersih, kok bekasnya masih ada, boleh dipakai untuk sholat.”

Pada akhir sesi materi, Ibu Suwarti juga menyempatkan untuk sekilas membahas tentang syarat berpakaian yang syar’i. Peserta terlihat antusias terutama ketika dikaitkan dengan fenomena banyaknya remaja putri saat ini yang sudah mulai mengikuti cara berpakaian yang kurang syar’i.

Kemudian acara ditutup dengan beberapa tips dan berbagi pengalaman mengenai cara menjaga kesucian sejak dini. Saudari Ayu menguatkan materi dari Ibu Suwarti dengan kalimat sederhana, “Kita harus berhati-hati, namun jangan sampai ragu-ragu”. Karena ragu-ragu sebenarnya adalah godaan setan bagi umat muslim. Termasuk ragu apakah sudah suci atau belum padahal sudah berusaha menjaga kesucian dengan hati-hati. Lalu acara ditutup dengan doa pada pukul 11.15 siang dan dilanjut foto Bersama.

Dengan adanya acara ini, LDII PC Lendah berharap para remaja putri mampu mempraktekkan cara bersuci yang benar. Baik dari hadas besar maupun hadas kecil. Tujuan utamanya tentu saja agar ibadah kita selama hidup sekali di dunia ini sah dan diterima oleh Allah SWT.

Check Also

Pemakaman Kopda Anumerta Farizal Rhomadhon di Taman Makam Pahlawan (TMP) Giripeni, Kulon Progo, DIY. (Foto ANTARA)

LDII Giripeni Hadiri Pemakaman Kopda Anumerta Farizal di TMP Giripeni Kulon Progo

Kulon Progo (5/4) — Prosesi pemakaman militer prajurit TNI, Kopda Anm Farizal Rhomadhon, yang gugur …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *