Lines Kulon Progo. Sistem Informasi Masjid (SIMAS) merupakan aplikasi pendataan masjid dan musala yang dikelola oleh Kementerian Agama (Kemenag). Dalam pembuatannya, Kemenag ingin memudahkan akses publik terhadap masjid dan musala dengan adanya data yang terintegrasi. Tentu saja program ini sangat membutuhkan bantuan dari para takmir masjid untuk proaktif mendaftarkan masjid atau musala yang dikelolanya.
Hal inilah yang menjadi salah satu bahasan Atus Syahbuddin, S.Hut, M.Agr, Ph.D, Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Provinsi Yogyakarta, dalam pembekalan kepada jajaran pengurus DPD LDII Kulon Progo. Acara yang digelar di Kompleks Gedung DPD LDII Kulon Progo, Wates, ini telah dilakukan pada Selasa, 25 Oktober lalu. Tidak hanya pengurus harian DPD, acara ini juga turut mengundang perwakilan pengurus dari PC dan PAC se-Kulon Progo.
Atus menyampaikan beberapa manfaat yang akan didapatkan jika masjid telah terdaftar di SIMAS. Selain memiliki ID masjid yang memudahkan pengelola masjid mendapat layanan pemerintah, aplikasi ini juga membantu masjid mudah ditemukan oleh masyarakat yang membutuhkan tempat ibadah, misal dalam perjalanan. Hal ini karena SIMAS dilengkapi Geographic Information System (GIS), sehingga titik lokasinya akurat. Kemudahan lainnya adalah masjid akan mendapat Surat Keterangan Terdaftar (SKT) SIMAS yang menjadi salah satu syarat membuka rekening masjid melalui BSI.

Lebih lanjut dalam peningkatan kapasitas pengurus PC dan PAC se Kulon Progo, Atus juga menghimbau untuk mendaftarkan kelas caberawit agar menjadi MDT atau Madrasah Diniyah Takmiliyah.
“Jika syarat dan kriterianya sudah lengkap, daftarkan caberawit Bapak-Bapak. (Dengan) terdaftar ke SIMAS dan MDT membuat proses mendapat layanan pemerintah jadi sah, termasuk bantuan dari Kemenag.” tutur Atus.
Selain materi pokok pembekalan, Atus juga menyegarkan kembali ingatan para pengurus terhadap sejarah LDII. Hal ini dilakukan untuk mencegah adanya kesalahpahaman pengurus generasi senior dengan pengurus muda yang baru saja dilantik pada Musda tahun lalu.
“(Proaktif) itu harus banget, banyak inisiatif datang dari pemuda. Seperti proklamasi tahun 1945, kan pemuda juga yang punya ide untuk mempercepat prosesnya dengan menculik, dan sebagainya. Makanya kalau sudah punya 4 hal ini (kuat, sehat, longgar, pikirannya encer), harus didukung dengan kemauan yang tinggi juga.” ungkap Atus dalam wawancara terpisah setelah sesi materi.
Dari acara tersebut, DPD LDII Kulon Progo berencana akan membuat program kerja untuk semakin meningkatkan kapasitas pengurus harian dan pengurus umum lainnya. Beberapa acara kedepan yang rencana akan digelar adalah workshop, sosialisasi, dan pelatihan lainnya.

DPD LDII KULON PROGO Lembaga Dakwah Islam Indonesia