
Kulon Progo (21/7). Pimpinan Cabang (PC) LDII Samigaluh menggelar Pengajian Khusus Putri di Masjid Al-Hidayah Jobolawang, Kalurahan Pagerharjo, Kapanewon Samigaluh. Kegiatan tersebut diikuti 166 peserta yang terdiri atas remaja putri usia 17 tahun ke atas dan ibu-ibu warga LDII se-Kapanewon Samigaluh.
Pengajian ini menjadi salah satu upaya LDII dalam meningkatkan pemahaman agama sekaligus membekali kaum putri dengan ilmu dan wawasan yang bermanfaat dalam menjalankan perannya di tengah keluarga maupun masyarakat.
Ketua Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Kesejahteraan Keluarga (PPKK) PC LDII Samigaluh, Peni Hastuti, membuka kegiatan tersebut. Dalam sambutannya, ia mengajak seluruh peserta untuk menjaga semangat beribadah dan terus meningkatkan kualitas hubungan dengan Allah SWT.
“Shalat lima waktu harus menjadi prioritas utama. Selain itu, mari membiasakan diri membaca Al-Qur’an dan meningkatkan amalan-amalan yang dapat mendekatkan diri kepada Allah,” ujarnya.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penyampaian materi oleh anggota Departemen PPKK DPP LDII, Diah Puspita Rini. Dalam paparannya, Diah menjelaskan berbagai kiat menjadi wanita salehah, di antaranya menjaga ketertiban shalat wajib, meningkatkan ibadah sunah, serta memiliki amalan andalan yang dilakukan secara istiqamah.
Ia juga mengingatkan peserta agar fokus memperbaiki kualitas ibadah masing-masing tanpa membandingkan diri dengan orang lain. “Yang terpenting adalah terus berusaha menjadi lebih baik dari hari ke hari. Jangan sibuk menilai ibadah orang lain, tetapi fokuslah pada peningkatan kualitas diri sendiri,” tuturnya.
Selain itu, Diah menekankan pentingnya menjaga aurat sebagai bagian dari identitas seorang muslimah. Menurutnya, menjaga aurat merupakan salah satu bentuk ikhtiar untuk memantaskan diri sekaligus menjalankan perintah agama.
Dalam kesempatan tersebut, ia juga mengajak para peserta untuk mencintai keluarga sekaligus menghargai diri sendiri. Salah satu bentuk mencintai diri, menurutnya, adalah dengan terus menambah ilmu, mengembangkan potensi, dan membiasakan diri bersyukur atas nikmat yang telah diberikan Allah SWT.
“Orang yang beriman sesungguhnya hidup dalam kenikmatan. Karena itu, kita harus menjadi pribadi yang pandai bersyukur dan terus belajar memperbaiki diri,” katanya.
Diah juga menyoroti pentingnya pendidikan bagi generasi penerus. Menurutnya, lingkungan pendidikan yang baik akan membantu membentuk karakter luhur, akhlak, serta kemandirian anak-anak sejak usia dini.
Ia berharap para orang tua dapat memberikan perhatian terhadap pendidikan agama anak-anak, termasuk mempertimbangkan pendidikan berbasis boarding school yang mampu mengintegrasikan pembinaan karakter, akhlak, dan keilmuan. “Dengan lingkungan pendidikan yang baik, insya Allah akan lahir generasi yang memiliki pemahaman agama yang kuat, berakhlak mulia, dan siap menghadapi tantangan zaman,” ujarnya.
Selain materi pembinaan karakter muslimah, peserta juga mendapatkan materi pengajian mengenai hukum-hukum yang berkaitan dengan darah haid, nifas, dan istihadah. Materi tersebut diharapkan dapat menambah pemahaman kaum putri mengenai berbagai persoalan ibadah yang sering ditemui dalam kehidupan sehari-hari.
Ketua PC LDII Samigaluh, Dwi Suyamta berharap kaum putri memiliki bekal ilmu agama yang lebih baik. “Semoga dengan bekal yang baik, mereka mampu meningkatkan kualitas ibadah. Yang tidak kalah pentingnya, mampu menjalankan perannya sebagai pribadi, anggota keluarga, dan bagian dari masyarakat dengan penuh tanggung jawab sesuai tuntunan agama,” ungkapnya.
DPD LDII KULON PROGO Lembaga Dakwah Islam Indonesia