Lines Kulon Progo – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kulon Progo menggelar Sarasehan Ulama Umaro di Rumah Makan Pondok Lestari Cafe and Resto, Jalan Tentara Pelajar, Wates. Kegiatan ini telah dilaksanakan pada hari Sabtu 19 Desember 2020. Bupati Kulon Progo, Bapak Drs. H. Sutedjo hadir dan berkenan membuka acara.
Ketika membuka acara, Sutedjo menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada LDII atas terselenggaranya sarasehan ini. “Acara ini sungguh bermanfaat! Bisa kita jadikan sebagai sarana bertukar pendapat, yang nantinya diharapkan bermuara pada pilihan yang baik dan bermanfaat. Semua ini bagian dari ikhtiar kita. Tentunya hasil akhir kepada Alloh SWT. Terima kasih kepada LDII. Semoga hasil sarasehan ulama umaro ini bermanfaat utk terselesaikannya pandemi covid di Kulon Progo.” kata Sutedjo.

Lebih lanjut Sutedjo berpesan kepada semuanya agar tidak berhenti mensosialisasikan protokol kesehatan kepada masyarakat. “Untuk sosialisasi, ini perlu kebersamaan total dari kita. Karena pesan ini tidak boleh hanya berhenti di ruangan ini, tetapi harus sampai kepada semua ummat. Maka, peran Ulama dan Umaro sangat penting untuk menyampaikannya.” papar Sutedjo.
Bupati Kulon Progo : Terima Kasih LDII
Bupati Kulon Progo juga berterima kasih kepada keluarga besar LDII atas sumbangsih besar pada pembangunan khususnya di Kulon Progo. “Sumbangsih besar LDII dalam mewujudkan tujuan negara. Yang pertama, melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia. Lalu memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa.” kata Sutedjo.
WHO menyatakan bahwa corona virus berbahaya, sudah merebak sampai seluruh dunia. Maka mari hindari virus dengan disiplin menerapkan protokol kesehatan. “Untuk menghadapi pandemi ini perlu kebersamaan total dari kita. Karena pesan ini tidak boleh hanya berhenti di ruangan ini, tetapi harus sampai kepada semua ummat. Maka, peran Ulama dan Umaro sangat penting untuk menyampaikannya.” kata Sutedjo dalam paparannya.

Acara digelar dengan protokol kesehatan yang ketat. Di samping jumlahnya dibatasi, setiap tamu yang hadir diukur suhu tubuhnya dan dicatat. Adapun warga LDII secara umum, bisa mengikutinya secara daring via zoom. Tercatat ada lebih dari 10 titik daring dari PC LDII yang tersebar di beberapa wilayah Kabupaten Kulon Progo.
DPD LDII KULON PROGO Lembaga Dakwah Islam Indonesia