Lines Kulon Progo – Jelang Musda 2022, DPD LDII Kulon Progo mengadakan seminar pada Selasa, 28 Desember 2021 secara luring. Dengan mengundang Kepala Kantor Kementrian Agama Kulon Progo, seminar bertemakan Penguatan Pendidikan Karakter dan Moderasi Beragama. Acara tersebut sukses dihelat di Masjid Al Iman lantai 2 yang berada di Komplek Kantor DPD LDII Kulon Progo, Giripeni, Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Pada kesempatan ini, hadir pula Lurah Giripeni, Iswanto Hadi Saputro, S. E., beserta Bhabinkamtibmas dan Babinsa. Adapun peserta seminar terdiri dari Dewan Penasehat, pengurus harian, PC dan PAC LDII se-Kulon Progo, serta takmir masjid binaan LDII Kulon Progo.
Tepat pukul 20.00 WIB, acara dibuka dengan diawali pembacaan ayat Al Quran oleh Ust. Arif Rosyidin. Kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari Ketua DPD LDII Kulon Progo, H. Pandaya, S. Pd., M. Pd. Dalam sambutannya, Pandaya menjelaskan program-program LDII dalam mendukung pemerintah menguatkan pendidikan karakter. Beberapa diantaranya adalah bidang pendidikan melalui Pondok Pesantren Mahasiswa dan bidang keagamaan melalui pemberian ilmu agama kepada semua warga termasuk warga difabel dan terpencil.
Iswanto selaku Lurah Giripeni menyampaikan dalam sambutannya, acara seperti ini sangat dibutuhkan pada era digital yang semakin maju sekarang. “Pendidikan karakter akan menciptakan keselarasan antara kemajuan teknologi dan budaya asli. Baik itu budaya Kulon Progo secara khusus, maupun budaya Indonesia pada umumnya.” paparnya.
Setelah itu masuklah pada inti acara, yaitu seminar yang disampaikan oleh H. Sugito, M. Si., selaku Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat Islam, Kementrian Agama Kulon Progo. Dalam materi yang diberikan, beliau menekankan pada topik Moderasi Beragama. Mulai dari dasar hukum hingga pengamalan beragama yang selaras dengan praktek berbangsa tanpa mengalahkan salah satu dari keduanya. Beliau juga menyampaikan bahwa perbedaan aliran atau paham tidak boleh menyebabkan terjadinya perselisihan. Bahkan dengan adanya perbedaan tersebut semua warga harus bisa memiliki hubungan yang rukun, baik antar anggota, dengan anggota umat agama atau aliran lain, serta antara umat dengan negara.

“Saya rasa Kulon Progo adalah salah satu wilayah yang aman dan damai untuk urusan moderasi beragama ini karena tidak ada masalah perselisihan yang mencuat hingga memengaruhi kenyamanan bermasyarakat. Baik Kamtibmas maupun Babinsa bekerja sama dengan anggota umat dapat menyelesaikan masalah pada level bawah tanpa harus menimbulkan kekhawatiran.”, sambung beliau.
Sugito juga menambahkan bahwa banyaknya tantangan yang dihadapi negara dalam hal praktek beragama membuat moderasi beragama menjadi penting untuk dipahami dan menjadi dasar dalam pengaplikasiannya sehari-hari. Setiap umat beragama harus memegang prinsip komitmen kebangsaan, toleransi, anti kekerasan, dan penerimaan terhadap tradisi. Beliau menyampaikan harapannya terhadap LDII dalam wawancara terpisah, agar LDII semakin menggaungkan pendidikan karakter dan tetap memegang teguh moderasi beragama. Baik di tingkat DPD, PAC, hingga PC se-Kulon Progo.
Acara ditutup dengan doa oleh Drs. H. Wasito pada pukul 22.00. Dengan selesainya acara ini, DPD LDII berharap kedamaian akan selalu ada antar umat beragama. Baik itu dikalangan warga LDII sendiri maupun antara warga LDII dengan umat lain dan yang tak kalah penting dengan negara. DPD LDII Kulon Progo juga menyampaikan bahwa acara ini sekaligus menjadi rangkaian acara yang puncaknya adalah Musyawarah Daerah (Musda) tahun 2022.
Selengkapnya:
DPD LDII KULON PROGO Lembaga Dakwah Islam Indonesia