LDII Kulon Progo Bekali Konselor untuk Pendampingan Pernikahan Menuju Keluarga Bahagia

DPD LDII Kulon Progo memberikan pembekalan kepada para konselor pernikahan, Minggu (1/11). Foto: Lines
DPD LDII Kulon Progo memberikan pembekalan kepada para konselor pernikahan, Minggu (1/11). Foto: Lines

Kulon Progo (1/11). DPD LDII Kulon Progo melalui Bagian Pemberdayaan Perempuan dan Kesejahteraan Keluarga (PPKK) menggelar pembekalan bagi pendamping dan konselor pernikahan di Kompleks DPD LDII Kulon Progo, Minggu (1/11). Kegiatan tersebut diikuti perwakilan dari PC dan PAC LDII se-Kabupaten Kulon Progo.

Pembekalan tersebut menjadi upaya meningkatkan pemahaman para pendamping dalam mendampingi generasi muda menuju kehidupan rumah tangga. Peserta juga mendapatkan materi mengenai proses ta’aruf yang sesuai syariat sebagai salah satu tahap awal dalam membangun pernikahan.

Dewan Penasehat (Wanhat) DPD LDII Kulon Progo, Kyai Maridjo Hadi Waluyo, menekankan pentingnya pembinaan generasi muda dalam menjaga pergaulan. “Pergaulan harus dijaga, kenalan pun dengan cara yang syari. Selanjutnya, minta petunjuk kepada Allah dengan salat istikharah,” ujarnya.

Menurut Kyai Maridjo, pernikahan menjadi bagian penting dalam menjaga kehidupan beragama sekaligus membangun generasi penerus. “Secara agama, apabila seseorang sudah menikah, maka dua per tiga agamanya telah terjaga,” tegasnya.

Ia mengingatkan bahwa memilih pasangan hidup perlu dilakukan dengan pertimbangan yang baik. “Tidak melarang menikah dengan siapa pun, tetapi menikah dengan pilihan yang baik, seagama, dan sepaham akan melahirkan generasi yang saleh dan salehah serta memiliki kepahaman yang sama,” katanya.

Narasumber kegiatan, M. Yulianto Wibowo, memberikan pembekalan mengenai pendekatan kepada generasi penerus serta proses ta’aruf yang sesuai syariat. Ia menekankan bahwa pendamping perlu menghormati kenyamanan dan keputusan generasi muda dalam setiap prosesnya.

“Jangan memaksa. Jika memang generus kurang nyaman, tidak perlu dilanjutkan,” ujar Yulianto.

Menurutnya, pendamping memiliki peran untuk menciptakan suasana yang nyaman agar generasi muda dapat menjalani proses tersebut dengan baik. “Berikan kenyamanan kepada generus, karena pendampingan yang baik harus dilakukan dengan pendekatan yang tepat,” katanya.

Yulianto menjelaskan bahwa pernikahan merupakan awal perjalanan untuk membentuk keluarga yang bahagia dan harmonis. “Indah sekali jika seseorang bisa membentuk keluarga bahagia. Apa yang kita lakukan dalam pembekalan ini merupakan usaha untuk menuju ke arah sana,” ujarnya.

Pembekalan juga diarahkan untuk meningkatkan kepedulian terhadap kondisi keluarga di lingkungan sekitar. Para pendamping diharapkan mampu melakukan pendekatan dan memberikan pendampingan ketika menemukan indikasi persoalan yang dapat mengganggu keharmonisan keluarga.

“Jika di sekitar kita ada keluarga yang mulai kurang harmonis, bisa didekati dan diberikan pendekatan atau konseling,” kata ungkap anggota Bagian Organisasi Kaderisasi Dan Keanggotaan (OKK) DPD LDII Kulon Progo ini.

Melalui pembekalan tersebut, LDII Kulon Progo berharap para pendamping dan konselor pernikahan memiliki bekal yang lebih baik dalam mendampingi generasi muda maupun keluarga. Pendampingan yang dilakukan diharapkan menjadi bagian dari ikhtiar membangun keluarga yang harmonis, bahagia, dan mampu melahirkan generasi penerus yang baik.

Check Also

SDIT Bina Insan Mulia meraih 8 medali pada Kejuaraan Pencak Silat Piala Kadisdikpora Kulon Progo 2026

SDIT Bina Insan Mulia Raih Delapan Medali di Kejuaraan Pencak Silat Piala Kadisdikpora Kulon Progo 2026

Kulon Progo (13/10) – Siswa SDIT Bina Insan Mulia (BIMA) meraih prestasi dalam Kejuaraan Pencak …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *