
Kulon Progo (5/11). Pimpinan Anak Cabang (PAC) LDII Tawangsari menggelar pengajian ibu-ibu dan remaja putri yang dipadukan dengan pelatihan memasak bakmi godhog tanpa penyedap rasa. Kegiatan edukasi kuliner sehat ini berlangsung di Masjid Al Manshurin, Siluwok, Tawangsari, Pengasih, Kulon Progo, pada Kamis (5/11).
Pengajian rutin bulanan tersebut dikemas dengan praktik memasak untuk menambah keterampilan peserta sekaligus mempererat kerukunan. Setelah mendapatkan nasihat agama, para peserta diajak mengolah bahan makanan sederhana menjadi hidangan yang lezat dan bergizi.
Pelatihan menghadirkan dua narasumber dari PAC LDII Tawangsari, yakni Suwarsimi dan Suratinem. Suratinem yang dikenal sebagai pengusaha kuliner di kompleks Pasar Jombokan berbagi pengalaman mengolah bakmi godhog menggunakan bahan-bahan yang mudah diperoleh.
“Bakmi godhog ini masakan sederhana, bahannya relatif murah dan mudah didapat, tetapi rasanya tetap enak. Insya Allah disukai keluarga,” ujar Suratinem.
Ia berharap keterampilan tersebut dapat diterapkan ibu-ibu dalam menyiapkan hidangan sehari-hari bagi keluarga. “Harapannya, ibu-ibu bisa menyajikan makanan yang sehat dan bergizi, apalagi di dalam bakmi godhog juga ada sayuran,” jelasnya.
Suratinem juga menilai keterampilan memasak penting dikenalkan kepada remaja putri sejak dini. “Bagi remaja putri, pengalaman memasak seperti ini bisa menjadi bekal ketika kelak menjalani kehidupan berkeluarga,” tambahnya.
Sementara itu, Suwarsimi menjelaskan bahwa pelatihan tersebut tidak sekadar mengajarkan cara memasak, tetapi juga mengajak peserta lebih memperhatikan kualitas makanan. “Sekarang banyak makanan cepat saji. Karena itu, kami mengadakan pelatihan memasak tanpa micin agar ibu-ibu dan remaja putri terbiasa mengolah makanan yang lebih sehat,” ungkapnya.
Menurut Suwarsimi, kegiatan memasak bersama juga menjadi sarana membangun kekompakan dan semangat berbagi antarsesama. “Bahan-bahannya juga hasil urunan. Ada yang membawa sayur, bakmi, bihun, ayam, bahkan ada yang sodaqoh sup buah dan makanan ringan,” tuturnya.
Kebersamaan tersebut terlihat dari keterlibatan para ibu-ibu yang saling melengkapi kebutuhan kegiatan sesuai kemampuan masing-masing. Semangat gotong royong itu diharapkan terus terjaga, tidak hanya dalam kegiatan pengajian, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari.
Dewan Penasihat (Wanhat) PAC LDII Tawangsari, Kyai Bambang Subekti, mengapresiasi kreativitas ibu-ibu dalam mengemas pengajian rutin dengan kegiatan yang bermanfaat. Menurutnya, variasi kegiatan seperti pelatihan bersesuci (thaharah) dan memasak membuat suasana pengajian lebih menarik dan menyenangkan bagi peserta.
“Ini kegiatan rutin bulanan yang dikemas dengan variasi dan kreativitas. Tentunya semua senang karena selain mendapat nasihat agama, juga memperoleh keterampilan yang bisa dipraktikkan di rumah,” ujarnya.
Bambang juga menyampaikan rasa syukur atas kepedulian ibu-ibu yang turut mendukung kegiatan melalui sodaqoh bahan makanan. “Alhamdulillah, banyak ibu-ibu yang ikut sodaqoh. Semoga menjadi amal baik dan semakin mempererat kerukunan kita semua,” katanya.

Usai praktik memasak, seluruh peserta menikmati bakmi godhog hasil olahan mereka bersama-sama dalam suasana rukun dan kompak. Kebersamaan berlanjut hingga akhir kegiatan ketika para peserta bergotong royong membersihkan peralatan memasak dan merapikan tempat yang digunakan. Kegiatan sederhana tersebut sekaligus menanamkan kebiasaan menjaga kebersihan, tanggung jawab, dan saling membantu.
Kyai Bambang berharap pengajian yang dipadukan kegiatan kreatif dapat terus dilaksanakan dengan materi dan keterampilan yang berbeda. “Ke depan, mudah-mudahan bisa diadakan lagi dengan variasi kegiatan lainnya agar pengajian semakin bermanfaat dan semakin kompak,” pungkasnya.
DPD LDII KULON PROGO Lembaga Dakwah Islam Indonesia