Melukis, menggambar, dan mewarnai menjadi kegiatan yang mengasyikkan bagi sebagian orang. Tidak hanya seru untuk memanfaatkan waktu luang, berkreasi di atas media datar ini juga bisa menjadi sumber uang saku yang cukup. Seperti yang dilakukan Aulia, salah satu pelukis Kulon Progo yang menggunakan bakat melukisnya untuk mengikuti berbagai kompetisi.
Aulia Imroatulatifa, perempuan kelahiran Lendah, Kulon Progo ini memulai hobi menggambarnya 3 tahun yang lalu. Awalnya, Aulia tidak menyadari bakatnya tersebut karena selama ini dia menggambar hanya untuk menyelesaikan tugas seni rupa di sekolah. Namun siapa sangka, berkat dorongan guru dan lingkungan keluarga, Aulia mencoba mengikuti kompetisi pertamanya.
Pada saat itu, tepatnya tahun 2019, dirinya duduk di kelas 1 SMA dan memberanikan diri untuk mengikuti kompetisi pertama pada perlombaan FLSSN bidang kriya seni. Sayangnya, karya Aulia baru mendapat juara 2 tingkat kabupaten sehingga belum bisa melanjutkan ke tingkat provinsi. Lalu pada tahun 2020, Aulia berkesempatan langsung mengikuti FLSSN di tingkat provinsi dan mendapat peringkat 8.
Pada perlombaan yang lain, yaitu PMBI, Aulia justru tidak lolos seleksi 2 tahun berturut-turut (2019 dan 2020) di bidang poster. Baru pada tahun 2021 karyanya dapat lolos seleksi. Meskipun sempat gagal 2 tahun berturut-turut, dirinya tak pantang menyerah. Aulia langsung mencari kompetisi lain yang sangat beragam cabangnya. Dia pernah mengikuti kompetisi di bidang kaligrafi aksara jawa, bidang sketsa, hingga melukis dengan alat seadanya dengan batas waktu tertentu. Selain pengalaman dan peningkatan kemampuan melukis, banyak momen yang membuat Aulia semakin semangat.
Salah satu momen yang paling berkesan adalah ketika dirinya mengikuti lomba melukis di Pakualaman, Yogyakarta tahun 2020. Alat dan bahan yang ia bawa jauh dari kata lengkap jika dibandingkan dengan peserta lainnya. Walaupun terbatas, Aulia tetap semangat mengikuti kompetisi. Saat pengumuman juara, Aulia tidak berharap akan meraih posisi 5 besar karena salah satu pesaingnya yang menang pada kompetisi sebelumnya mendapat peringkat 2. Namun, Aulia sangat terkejut ketika namanya dipanggil untuk maju menerima hadiah sebagai peringkat pertama.
Ditemui pada hari terakhir Pameran Gelora Milenial, 10 Januari 2022 lalu di Taman Budaya Kulon Progo, Aulia mengatakan bahwa dirinya benar-benar tidak menyangka akan menang, apalagi dengan alat gambar berupa spidol warna, penggaris, pensil, dan penghapus. Namun dari awal perlombaan, dirinya selalu menekankan diri untuk selalu fokus dan tidak panik. Dirinya juga yakin semua keberhasilan tersebut tak lepas dari anugrah yang Allah SWT berikan.

Dari semua pengalaman yang ada, Aulia menyadari bahwa dirinya memang suka dengan tantangan dan kompetisi. Selain sebagai cara untuk mengembangkan diri, Aulia juga menggunakan kesempatan tersebut untuk memiliki tabungan pribadi dari hasil kejuaraannya pada berbagai kompetisi. Salah satu pemudi LDII PC Lendah ini sudah memiliki rencana jangka panjang untuk terus mengasah kemampuan melukisnya dan mengikuti kompetisi lain yang jauh lebih menantang. Kegiatan melukis ini juga tidak membuatnya tertinggal dalam bidang akademis. Saat ini, Aulia sedang menempuh pendidikan S1 di UNY jurusan Pendidikan Guru SD. Dirinya yakin akan selalu ada jalan untuk mengembangkan diri tanpa harus meninggalkan kewajiban pendidikan dan ibadah asalkan kita mau untuk tidak menyerah.
DPD LDII KULON PROGO Lembaga Dakwah Islam Indonesia