
Kulon Progo (14/10) — Dewan Pimpinan Daerah Lembaga Dakwah Islam Indonesia (DPD LDII) Kabupaten Kulon Progo menerima kunjungan akademik dari mahasiswa Program Doktor Studi Islam Universitas Islam Negeri (UIN) pada Selasa (14/10). Mahasiswa Prodi Studi Islam tersebut meneliti tentang pandangan aktivis Muslim terhadap perbankan syariah di Daerah Istimewa Yogyakarta.
Mahasiswa tersebut, Mohammad Wirmon Samawi, sedang menyusun tugas akhir berjudul “Pandangan Aktivis Muslim di Daerah Istimewa Yogyakarta terhadap Perbankan Syariah.” Dalam rangka penelitian itu, Wirmon beserta kedua rekannya melakukan wawancara dan observasi langsung di kantor LDII Kulon Progo yang berlokasi di Giripeni, Wates, Kulon Progo.
Kedatangan Wirmon disambut hangat oleh Ketua DPD LDII Kulon Progo, H. Pandaya, S.Pd., M.Pd., didampingi jajaran pengurus harian. Dalam sesi wawancara, Pandaya memaparkan pandangan LDII mengenai pentingnya penerapan prinsip syariah dalam aktivitas ekonomi masyarakat Muslim.
Menurut Pandaya, LDII secara konsisten mendorong warganya untuk menjaga kehalalan dalam setiap transaksi keuangan. “LDII mendukung penuh perbankan syariah sebagai solusi untuk menghindari praktik riba. Warga LDII dianjurkan untuk menyimpan dan melakukan pembiayaan di lembaga keuangan yang berbasis syariah,” ujarnya.
Pandaya menjelaskan tentang prinsip dalam bermuamalah, yakni halal, legal, dan masuk akal. “Tiga nilai ini menjadi landasan bagi seluruh aktivitas ekonomi warga LDII agar tetap sejalan dengan tuntunan Islam sekaligus tidak bertentangan dengan aturan negara,” ungkapnya kepada Wirmon yang juga Komisaris Utama PT BP Kedaulatan Rakyat ini.
Dalam kesempatan tersebut, Pandaya juga menceritakan perjalanan sejarah LDII sejak awal berdiri. Ia menuturkan bagaimana organisasi ini berkembang dari masa Yakari, kemudian menjadi Lemkari, hingga kini dikenal dengan nama LDII. Perubahan tersebut mencerminkan dinamika dan komitmen LDII dalam menyesuaikan diri dengan kebutuhan zaman, tanpa meninggalkan nilai-nilai dasar dakwah Islam yang moderat dan menyejukkan.
Kunjungan akademik ini menjadi ajang tukar pikiran antara dunia pendidikan tinggi dan organisasi masyarakat. DPD LDII Kulon Progo menyambut baik kegiatan penelitian semacam ini. Menurut Pandaya, sinergi antara akademisi dan ormas Islam dapat memperkuat upaya pengembangan ekonomi syariah yang berkeadilan dan barokah. “Kami terbuka bagi siapa pun yang ingin belajar dan meneliti, selama tujuannya untuk kemaslahatan umat,” pungkasnya.
DPD LDII KULON PROGO Lembaga Dakwah Islam Indonesia