
Kulon Progo (17/9) – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Kulon Progo menggelar Silaturahmi Ulama dan Umara, Rabu (16/9/2026) malam. Kegiatan rutin ini merupakan putaran ketiga, diselenggarakan di Kompleks Pusat Dakwah dan Bisnis Muhammadiyah Kabupaten Kulon Progo, Dalangan, Triharjo, Wates, Kulon Progo, DIY.
Kegiatan tersebut mempertemukan unsur pemerintah daerah dengan para ulama dan tokoh organisasi Islam di Kulon Progo. Forum ini diikuti jajaran Pemkab Kulon Progo, MUI, Muhammadiyah, Nahdlatul Ulama (NU), LDII, dan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kulon Progo.
Selain unsur pemerintahan, kegiatan ini juga dihadiri oleh unsur ulama dan ormas, antara lain Ketua Umum MUI Kabupaten Kulon Progo beserta jajaran pengurus, Ketua PDM (Pimpinan Daerah Muhammadiyah) Kulon Progo beserta pengurus, Ketua PC NU (Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama) Kulon Progo beserta pengurus, serta dari Ketua DPD LDII Kabupaten Kulon Progo, Pandaya, didampingi Wakil Ketua Subagio.
Ketua Umum MUI Kabupaten Kulon Progo, KH. Muhammad Jumarin, menyampaikan apresiasi kepada Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kulon Progo. Ia mengucapkan terima kasih karena PDM bersedia menjadi tuan rumah kegiatan silaturahmi dan pengajian rutin tersebut.
Menurut KH Jumarin, persoalan masyarakat semakin kompleks. Karena itu, ulama dan pemerintah perlu memperkuat komunikasi dan kerja bersama. “Ulama dan umara harus terus membangun komunikasi dan kolaborasi. Kita perlu bersama-sama mengisi agenda keagamaan sekaligus membantu menyelesaikan persoalan yang ada di masyarakat,” ujarnya.
KH Jumarin juga menyoroti pentingnya visi religius dalam pembangunan daerah. Menurutnya, nilai-nilai keagamaan perlu hadir dalam berbagai aspek kehidupan.
“Visi religius daerah jangan hanya terlihat dalam kegiatan ritual keagamaan. Nilai tersebut juga perlu hadir dalam pembangunan fisik dan berbagai pelayanan kepada masyarakat,” jelasnya.
Silaturahmi Ulama dan Umara menjadi ruang untuk mempertemukan berbagai pandangan. Forum tersebut juga membuka kesempatan bagi pemerintah dan organisasi keagamaan untuk saling memahami kebutuhan masyarakat.
“Kita memiliki tugas dan bidang masing-masing. Namun, tujuan kita sama, yaitu memberikan manfaat bagi masyarakat dan menjaga kehidupan yang baik di Kulon Progo,” tambah KH Jumarin.
Kegiatan dilanjutkan dengan pengajian yang menjadi bagian dari agenda utama malam tersebut. Materi pengajian menjadi penguatan spiritual bagi para peserta sebelum memasuki sesi dialog.
Setelah pengajian, Bupati Kulon Progo menyampaikan sambutan. Sesi tersebut kemudian dilanjutkan dengan dialog bersama para peserta. Dialog menjadi ruang interaksi antara pemerintah daerah dan para tokoh agama. Berbagai hal terkait kehidupan masyarakat dapat disampaikan dalam suasana silaturahmi.

Terkait silaturahmi ini, Pandaya menilai pertemuan ulama dan umara memiliki arti penting bagi Kulon Progo. Menurutnya, komunikasi yang terjaga dapat memperkuat hubungan antara pemerintah dan organisasi keagamaan.
“Pertemuan seperti ini penting untuk terus dijaga. Pemerintah memiliki program, sedangkan ulama dan organisasi keagamaan memiliki peran dalam membina masyarakat,” ujar Pandaya.
Menurut Pandaya, sinergi tidak harus menghilangkan perbedaan antarorganisasi. Perbedaan justru dapat menjadi kekuatan ketika setiap pihak saling menghormati.
“Kita tidak harus sama dalam segala hal. Yang penting kita bisa menemukan titik temu dan bekerja bersama untuk kepentingan masyarakat,” tuturnya.
Ia berharap kegiatan tersebut dapat terus berlangsung secara rutin. Silaturahmi yang terjaga diharapkan berkembang menjadi kerja sama yang harmonis. “Semoga komunikasi antara ulama dan umara semakin baik. LDII Kulon Progo insya Allah siap menjadi tuan rumah Silaturahmi Ulama Umaro putaran berikutnya,” pungkas Pandaya.
DPD LDII KULON PROGO Lembaga Dakwah Islam Indonesia