Wujudkan Pembelajaran Cabe Rawit yang Menarik, KBM Al Manshurin Tanamkan Nilai Islami Lewat BCM

KBM Al Manshurin Tanamkan Nilai Islami Lewat BCM di Lapangan Pencengan
KBM Al Manshurin Tanamkan Nilai Islami Lewat BCM di Lapangan Pencengan

Kulon Progo (19/12) – Jumat sore itu, langit di atas Lapangan Pencengan, Kedundang, Temon, Kulon Progo, tampak bersahabat, sebagaimana doa yang diaminkan bersama. Di ruang terbuka itulah Kelompok Belajar Mengajar (KBM) Al Manshurin di bawah naungan Pimpinan Anak Cabang (PAC) LDII Tawangsari menggelar kegiatan BCM (Bermain, Cerita, Menyanyi), Jumat (19/12). Kegiatan ini bertujuan untuk mewujudkan pembelajaran generasi penerus (generus) usia cabe rawit yang menarik.

Meski hanya diikuti enam generus, kegiatan berlangsung penuh semangat. Gelak tawa anak-anak setara siswa sekolah dasar tersebut berpadu dengan cerita sederhana yang sarat pesan kebaikan. Beberapa orang tua tampak setia mendampingi, duduk di pinggir lapangan sambil sesekali tersenyum melihat putra-putri mereka larut dalam suasana belajar yang ceria.

BCM bukan sekadar ajang bermain. Di balik kesederhanaannya, metode ini dirancang agar anak-anak mudah menyerap nilai-nilai agama sejak dini, tanpa merasa digurui. Nilai tentang kerukunan, kekompakan, kerja sama yang baik, dan kecintaan pada ibadah disampaikan melalui cerita ringan dan permainan yang digemari mereka.

Kegiatan ini menjadi bagian dari program pembinaan generasi muda LDII Tawangsari yang berjenjang. Program tersebut mencakup empat fase pembinaan, mulai dari usia cabe rawit, pra-remaja, remaja, hingga pra-nikah. Tujuan utamanya adalah mencetak sumber daya manusia yang profesional religius, dengan bekal 29 karakter luhur yang ditanamkan secara bertahap dan berkelanjutan.

Ketua KBM Al Manshurin, Qodar Faqih Satria, menjelaskan bahwa pendekatan yang menyenangkan menjadi kunci keberhasilan pembinaan anak usia dini. “Kegiatan BCM ini mendukung visi LDII dalam membina generasi muda yang berkarakter luhur. Anak-anak belajar sambil bermain, sehingga nilai-nilai agama bisa masuk dengan alami dan menyenangkan,” ujarnya.

Erin Istiana, salah satu dewan guru KBM Al Manshurin menambahkan, metode seperti BCM sangat relevan dengan perkembangan zaman. Anak-anak tidak hanya diajak mendengar, tetapi juga berinteraksi, berekspresi, dan merasakan kebahagiaan dalam proses belajar. “Harapannya, sejak kecil mereka sudah memiliki fondasi karakter luhur yang kuat dan cinta terhadap nilai-nilai Islam,” tutur Erin.

Kegiatan BCM ini bukan agenda insidental, melainkan rutin dilaksanakan setiap Jumat sore sebagai bagian dari pola pembinaan berkelanjutan, hanya saja tempatnya tidak selalu di lapangan. Sementara itu, pada Senin hingga Kamis, para generus mengikuti pengajian di Masjid Al Manshurin untuk memperkuat pemahaman keagamaan sejak dini. Khusus pada kegiatan BCM, anak-anak juga mendapatkan makanan ringan sebagai tambahan gizi, yang disiapkan secara bergantian dari sodaqoh orang tua generus. Selain menumbuhkan kebersamaan, kebiasaan ini juga mengajarkan nilai kepedulian dan gotong royong, baik bagi anak-anak maupun orang tua.

Check Also

Malam Keakraban Generus Temon diantaranya diisi dengan grill

Tahun Baru Tanpa Hura-Hura, LDII Temon Pilih Adakan Pengajian dan Malam Keakraban

Kulon Progo (1/1) — Pimpinan Cabang Lembaga Dakwah Islam Indonesia (PC LDII) Temon menggelar Pengajian …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *