Home / Berita / Para Da’i LDII Kulonprogo Ikuti Pelatihan Dakwah di UIN Sunan Kalijaga

Para Da’i LDII Kulonprogo Ikuti Pelatihan Dakwah di UIN Sunan Kalijaga

[Kulon Progo-Lines] Pada Hari Ahad 22 September 2019, Dewan Pimpinan Daerah (DPD) LDII Kulonprogo mengutus 6 orang da’i dan da’iyah untuk menghadiri undangan DPW. Hari itu, Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) LDII DIY mengadakan Pelatihan Dakwah dengan tema Dakwah di Era Digital bagi Generasi Milenial. Para pendakwah yang diutus terdiri dari 5 orang da’i yaitu H. Sudiyana, M. Suroto, Abdurrochim, Muh. Slamet Riyadi dan Andhika Widiasto serta seorang da’iyah yaitu Putri Thoriqul Jannah. Semuanya dipandang berpotensi agar kelak nantinya mampu melaksanakan green dakwah, atau dakwah yang menyejukkan tentang Islam yang rahmatan lil ‘alamin.

Peserta Pelatihan Dakwah dari Kulonprogo
Peserta dari DPD LDII Kulonprogo berfoto bersama seusai acara. Dari kanan ke kiri : Abdurrochim, Andhika W, Muh Slamet Riyadi, M. Suroto, H. Sudiyana, dan Putri T.J.

Bertempat di Perpustakaan UIN Sunan Kalijaga, acara diikuti tidak kurang dari 40 orang yang berasal dari perwakilan DPD Kabupaten/Kota di DIY dan pengurus DPW. Perkembangan teknologi yang semakin pesat juga merubah gaya hidup masyarakat. Dan cara berdakwah bagi generasi milenial pun akan berubah. Hal inilah yang ditangkap DPW LDII Yogyakarta sehingga mengadakan acara ini. “Industri selalu berkembang, mulai dari Revolusi Industri 1.0 hingga 4.0 yang saat ini mengabungkan teknologi otomatisasi dengan cyber atau internet. Dengan pertukaran data yang begitu cepat, gaya hidup masyarakat akan berubah. Dan cara maupun media berdakwah juga berubah. LDII menanggapi hal ini dengan optimisme, kita bisa berdakwah dengan menyesuaikan gaya hidup masa kini tanpa meninggalkan kehati-hatian.”, papar Dr. H. Wahyudi MS, Ketua DPW LDII ketika memberikan sambutan.

Diadakannya Pelatihan Dakwah menunjukkan eksistensi LDII sebagai ormas yang bisa menyusun program kerja dan merealisasikannya. Hal ini yang diungkapkan Kakanwil Departemen Agama Drs. H. Edhi Gunawan, M.Pd.I ketika membuka pelatihan. “Saya mengapresiasi dan berterima kasih atas terselenggaranya Pelatihan Dakwah ini. LDII bisa menunjukkan kiprah sebagai organisasi yang baik, mampu menyelenggarakan program kerja. Program ini sangat bermanfaat dan berkontribusi yang positif dalam mewujudkan dakwah yang menyejukkan untuk semakin harmonisnya masyarakat Jogja.”, papar beliau.

LDII Yogyakarta mengundang empat pemateri untuk melatih para da’i dan da’iyah yang hadir. Selain Kakanwil Depag, panitia juga mengundang Dr. KH. Malik Madani (Wakil Ketua MUI DIY), Dr. H. Hamdan Daulay (Akademisi, Dosen UIN Sunan Kalijaga), dan Sakti Alfattah (Communication Trainer, CEO Nata Komunikasi Indonesia).

Suasana Pelatihan Dakwah bertemakan Dakwah di Era Digital bagi Generasi Milenial oleh DPW LDII Yogyakarta
Suasana Pelatihan Dakwah bertemakan Dakwah di Era Digital bagi Generasi Milenial oleh DPW LDII Yogyakarta

Malik Madani menyampaikan bahwa Islam itu agama yang inklusif, bisa menerima berbagai kearifan lokal yang ada di bangsa-bangsa di dunia sepanjang tidak melanggar prinsip-prinsip ajaran Islam. Sesi setelah sholat dzuhur bersama Sakti Alfattah mengungkap tentang Public Speaking, atau keterampilan berkomunikasi di depan publik. “Dengan public speaking yang baik, dakwah akan semakin mudah dilaksanakan, karena Bapak Ibu mampu menyampaikan gagasan atau materi secara sistematis. Sehingga akan lebih mudah diterima audiens.”, kata Sakti. Ada banyak hal yang disampaikannya dalam suasana interaktif dan menyenangkan, diantaranya tujuan public speaking, berbagai masalah yang mungkin timbul beserta solusinya, dan cara berlatih. “Semua yang saya sampaikan tadi tidak bermanfaat jika tidak dipraktekkan.”, pungkasnya.

Materi pelatihan sangat bermanfaat untuk membekali peserta dalam berdakwah. “Alhamdulillah, bisa menambah wawasan dan pengetahuan saya ketika berdakwah di tengah masyarakat.” kata Putri dari Kulonprogo. Selanjutnya, tinggal bagaimana para da’i dalam mengasah kemampuannya dan menambah jam terbang. “Mungkin suatu saat kita bisa berkumpul, berlatih bersama. Semacam microteaching, saling memberikan dakwah diantara kita. Di samping berlatih, pastinya juga berpahala, serta mempertebal keimanan dan ketakwaan kita.”, terang Abdurrochim dalam perjalanan pulang.

Check Also

Mengaji Itu wajib

Pengelolaan Waktu, Agar Tetap Bisa Mengaji di Tengah Kesibukan Milenial

Lines Kulonprogo – Pada talkshow dengan tema “Mengaji Itu Wajib” yang dihelat oleh Dewan Pimpinan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *