Home / Berita / Metamorfosis – Wadah Anak Muda LDII Kulonprogo Menyongsong 2020

Metamorfosis – Wadah Anak Muda LDII Kulonprogo Menyongsong 2020

[Kulonprogo-Lines] Bagi sebagian saudara kita, tahun baru tidak akan dilewatkan dengan berdiam diri di rumah saja. Berkumpul dengan merayakannya bersama teman-teman, hura-hura, dan pada moment pergantian tahun ditandai dengan meniup terompet dan menyalakan kembang api, merupakan sebuah ‘ritual’ tahunan yang lazim untuk dilaksanakan.

Bagi sebagian saudara kita yang lain, belum afdhol rasanya jika tidak berlibur ke pantai, villa, pusat kota, atau tempat yang jauh dari kediamannya dan melewatkan moment pergantian tahun di sana. Tapi sadarkah kita bahwa acara-acara seperti itu tidak ada manfaatnya, tidak ada tuntunan dalam syariat agama, bahkan berbahaya karena cenderung menjurus kepada kemaksiatan.

Poster Metamorfosis 2019 - Merangkai Taqwa, Meminimalisir Error, dan Fokus Berproses di Sisa Usia
Poster Metamorfosis – Ngaji Akhir Tahun 2019 DPD LDII Kulonprogo

Adalah Ngaji Akhir Tahun 2019 (NAT 2019), sebuah rangkaian acara yang dikemas sedemikian rupa untuk mewadahi seluruh generasi muda LDII, termasuk di Kulonprogo agar tidak terpengaruh dengan acara pergantian tahun yang cenderung negatif dan menjurus ke arah kemaksiatan. Yang pada tahun ini, tema yang diusung adalah Metamorfosis.

“Merangkai Taqwa, Meminimalisir Error, dan Fokus Berproses di Sisa Usia” – Metamorfosis

Metamorfosis pada dasarnya merupakan proses perkembangan berupa perubahan penampilan fisik dan/atau struktur. Contoh metamorfosis sempurna adalah kupu-kupu. “Melalui tema ini, kami ingin menyampaikan kepada generasi muda agar tidak lelah untuk selalu berkembang, berproses, berubah dari waktu ke waktu menjadi lebih baik dari sebelumnya. Namun pada tema tahun ini, metamorfosis merupakan singkatan dari Merangkai Taqwa, Meminimalisir Error, dan Fokus Berproses di Sisa Usia,” kata Alfi Nur Fauzzi, ketua panitia NAT 2019.

Ngaji Akhir Tahun kali ini dipusatkan di Kompleks DPDP LDII Kulonprogo yang terletak di Gununggempal, Giripeni, Kulonprogo. Acara berdurasi cukup panjang, diawali pada Selasa 31 Desember pukul 17.00 dengan makan bersama dan diakhiri pada pukul 10.30 keesokan harinya dengan doa penutup.

Peserta yang diundang adalah semua muda mudi generasi muda LDII Kulonprogo. Tanpa terkecuali, baik putra maupun putri diarahkan mengikuti acara ini agar tidak terpengaruh dengan acara-acara pergantian tahun. Semua peserta sudah mencatatkan presensi dan makan sore dan bersiap mengikuti ceramah yang digelar setelah sholat maghrib.

Bakda isya, diadakanlah Talkshow Wawasan Kebangsaan dan Bela Negara dengan narasumber dari Kodim 0731, Polres, dan Kantor Kesbangpol Kulonprogo. Semangat kebangsaan begitu menggelora ketika moderator meneriakkan yel-yel.
“Siapa kita? Indonesia!!!
Apa ideologi kita? Pancasila!!!
Diikuti dengan gemuruh tepuk tangan 400 hadirin yang terdiri dari pemuda pemudi, pengurus harian DPD LDII, ketua PC dan PAC, serta warga yang memadati lokasi. Ketiga narasumber mengapresiasi NAT 2019, dan berharap acara serupa bisa dilanjutkan pada kesempatan mendatang.

Metamorfosis 2019 - talkshow wawasan kebangsaan dan bela negara
Metamorfosis 2019 – Talkshow Wawasan Kebangsaan dan Bela Negara

Setelah talkshow, acara dirangkai dengan penampilan drama dari Persinas ASAD. Menceritakan tentang dua perguruan yang berafiliasi dengan hitam dan putih. Pada akhirnya, perguruan putih dapat merangkul perguruan hitam dan bersama-sama berada di jalan kebenaran. “Kami ingin menyampaikan bahwa dakwah juga bisa dilakukan melalui silat Persinas. Bisa merangkul semua pihak untuk bersama-sama dalam kebaikan”, papar Nur Yahya, sang sutradara sekaligus pendekar putri.

Hari semakin malam, namun tidak menyurutkan antusiasme peserta. Ketika para muballigh tampil untuk membawakan drama tentang liku-liku perjuangan menjadi seorang muballigh, hari sudah larut malam. Tetapi mata mereka masih tetap terjaga, memperhatikan adegan demi adegan untuk bisa menyarikan suri tauladan yang hendak disampaikan. “Ternyata menjadi muballigh tidak mudah ya, tetapi betapa mulianya jika bisa menyampaikan ilmu agama seperti Cak Legh (baca : Mas Muballigh),” kata salah satu peserta.

Dan tidak menunggu sampai jam 00.00, acara pun diakhiri agar bisa segera istirahat dan mempersiapkan diri untuk doa sepertiga malam. Acara pagi dirangkai dengan penyampaian materi tentang Kerusakan Zaman Akhir, jalan sehat, aksi pungut sampah, dan fun outbond.

Metamorfosis 2019 - Salah satu permainan dalam fun outbond
Salah satu permainan dalam fun outbond

“Merangkai taqwa diantaranya dengan materi Al Quran dan Hadis, Talkshow, dan simulasi. Meminimalisir error diantaranya dengan mengkajikan materi kerusakan zaman akhir sehingga bisa menghindarinya”, papar Teguh Fidinillah yang bertugas menyusun acara. Adapun fokus berproses di sisa usia, yaitu dengan mengembangkan diri sekecil apapun perkembangan tersebut. Salah satunya melalui fun outbond dan dilanjutkan dengan brainstorming. “Insya Allah, dengan acara ini semua peserta bisa menangkap pesan yang kita sampaikan dan berkembang menjadi pribadi yang lebih baik dari sebelumnya. Amiin,” pungkas Teguh.

Check Also

ngaji hari pertama tahun 2020 (1)

Yuk Intip Asyiknya Ngaji Akhir Tahun 2019 LDII Kulon Progo

Tahun baru selalu identik dengan perayaan dan hura-hura. Bagaimana tidak? Momen 1 kali dalam setahun …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *